Kesedihan Di Kala Hujan



Denting piano tak lagi merdu
Manakala hujan tak turun
Menyembuhkan luka hatiku
Yang tersayat karna pilihan

Sejujurnya kutak sanggup lagi
Menjadi putrimu yang berbakti
Aku sungguh cinta dia
Tapi engkau tak memberi asa

Sekarang aku disini sendiri
Di tengah hujan yang menari
Tak ada bahagia di hatiku
Bersama lelaki pilihanmu

Dulu kubahagia dalam satu dasawarsa
Dulu kuslalu menunggu hujan
Agar dapat berjalan bersamanya
Beriringan merajut masa depan

Namun hujan jua yang memisahkan kita
Dalam hujan akad terucap
Dia yang tak pernah kucinta
Berjabat tangan penuh harap
Tuk menjadi imam yang tak pernah kupinta


Sumber foto : Google

Post a Comment

26 Comments

  1. Ngena banget
    Baper banget
    Jleeppp air terjun mendarat di pipi mungilku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masak sih mba ? jujur aku bingung mau nulis puisi yang bagus
      Makasih mba

      Delete
  2. Replies
    1. Maafkan ya mba jadi bikin baper. Sejujurnya aku masih belum puas dgn puisiku ini. Karena aku ndak pandai nulis puisi

      Delete
  3. Hiks ... Kenapa semua tu mewakili kisahku πŸ€—πŸ™
    Namun, untuk saat ini aku hanya mampu "bersyukur" karena kuyakin "takdirnya adalah yang terbaik untuk semua". πŸ™πŸ˜ŠπŸ‘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Allah mbaaak... maafkan aku jika puisi ini sedikit banyak jadi mengingatkan mba akan sesuatu hal. Tetap semangat ya mbaaak...

      Delete
  4. Jadi baper,..
    Terharu,waduh sejuta rasa..
    Smoga jadi yang terbaik...
    Sabar mb

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini puisi bukan tentang aku sih mbak, aku malah bingung mau nulis apa terus dapat ide ini.

      Delete
  5. Ku sebelum dan sesudah kata disambung mbak

    ReplyDelete