Anak Bukanlah Tamu Ketika Berkunjung Ke Rumah Orang Tua

 

Anak bukan tamu

Anak bukanlah tamu ketika berkunjung ke rumah orang tua dan saya setuju dengan pernyataan tersebut sampai sekarang. Sebuah keluarga tentu akan saling mendukung satu sama lainnya begitu yang ditulis oleh Sahabat blogger, Kak Steffi ketika salah satu anggota keluarga sakit dan itu saya yakini sebagai obat terbaik untuk anggota keluarga yang sakit.

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi cerita sedikit mengenai kedatangan kakak beserta istri dan kedua anaknya. Selain bercerita, saya ingin sedikit membagi tips bagaimana seharusnya orang tua bersikap ketika kedatangan anak dari luar kota maupun luar pulau.

Setiap keluarga pasti memiliki fase perpisahan setelah sekian lama berada dalam satu rumah. Fase perpisahan ini bukan merupakan sesuatu hal yang berkonotasi negatif ya, namun lebih kepada proses menuju pendewasaan diri.

Biasanya anak yang akan pergi dari rumah meninggalkan orang tua dan bukan sebaliknya. Beberapa peristiwa yang menyebabkan anak pergi dari rumah antara lain : 

  1. Melanjutkan pendidikan ke luar kota/pulau/negeri
  2. Mendapatkan tawaran kerja di luar kota/pulau/negeri
  3. Menikah dan ikut pasangan ke luar kota/pulau/negeri
  4. Masalah internal dalam keluarga.
Untuk point nomor empat tidak akan saya bahas karena itu terlalu personal bagi suatu keluarga. Saya hanya akan membahas yang umum-umum saja yaitu point 1 sampai 3 dimana saya dan keluarga mengalaminya.

Saya adalah bungsu dari tiga bersaudara. Dua kakak saya semuanya berada di luar kota bahkan luar pulau. Sejak SMP saya sudah berpisah dengan kedua kakak saya karena mereka melanjutkan SMA di pulau Jawa sedangkan saya masih berada di pulau Kalimantan.

Bahkan sampai menikah dan punya anak pun, kedua kakak saya jauh dari Ibu kami. Mereka mudik pun tidak setiap tahun apalagi kakak perempuan yang berada di pulau Sumatera. Bisa kalian bayangkan donk berapa juta yang dihabiskan kakak perempuan ketika mudik dari Sumatera ke Jawa, berapa hari yang mereka habiskan di perjalanan andai harus menggunakan jalan darat sebagai pilihan untuk mudik.

Kakak perempuan pun tidak sering-sering mudik ke pulau Jawa. Paling minim dua tahun sekali dia mudik. Maksimal sih bisa empat tahun sekali tergantung dari dana yang dimiliki.

Ibu merupakan orang tua satu-satunya yang kami miliki saat ini. Bapak sudah meninggal 20 tahun yang lalu. Ibu tinggal bersama saya dan suami. Lebih tepatnya sih saya yang masih menumpang dengan Ibu, hehehe. 

Sebagai bungsu saya tidak tega meninggalkan ibu sendiri. Apalagi usia Ibu sudah 74 tahun dan sudah mulai cepat lelah dalam segala aktivitas. Alhamdulillah Ibu masih diberi kesehatan oleh Allah SWT.

Ketika Anak Mudik : Anak Bukanlah Tamu

Ibu saya termasuk tipikal orang tua yang menganggap kedatangan anak dari perantauan ke rumah beliau sebagai tamu. Nah lo, pasti kalian pada kaget ya dengan pernyataan saya. Masak anak sendiri dibilang tamu ? Ya enggaklah. Anak yang dari lahir di rumah itu kemudian pergi dari rumah karena menikah, bekerja atau mungkin melanjutkan pendidikan ya tetaplah menganggap rumah tersebut sebagai bagian dari hidupnya.

Sebenarnya orang tua pasti bahagia jika dikunjungi anak, namun justru pada beberapa orang tua hal tersebut menjadikan dirinya seperti terbebani. Sebenarnya tidak perlu demikian andaikata sebagai orang tua tidak terlalu perfectionist.

Dari pengalaman yang saya dapat ini kemudian menginspirasi saya untuk menulis mengenai bagaimana seharusnya orang tua bersikap kepada anak ketika anak pulang ke rumah orang tua, begitu juga sebaliknya.

Jangan sampai juga karena orang tua menganggap anak sebagai tamu ketia mudik lama sehingga membuat anak merasa tidak nyaman di rumah sendiri.

Tips saya untuk para orang tua ketika dikunjungi anak dari luar daerah dan mereka menginap untuk waktu yang cukup lama :
  1. Jangan anggap anak sebagai tamu ketika berkunjung ke rumah
  2. Jangan melayani anak selayaknya tamu, biarkan anak mengambil apa yang mereka inginkan ketika menginap di rumah orang tua mereka
  3. Bebaskan anak ketika ingin memasak ataupun berbelanja. Jangan menawarkan diri untuk memasakkan mereka karena akan membuat orang tua khususnya ibu menjadi capek.
  4. Jika rumah berantakan karena kedatangan anak dan cucu maka biarkanlah mereka sendiri yang membereskan. Orang tua tidak perlu ikut campur.
Lalu bagaimana dengan anak ? Anak pun harus mengetahui kondisi orang tua mereka ketika hendak berkunjung. Berikut tips receh dari saya hal yang sebaiknya dilakukan anak ketika berkunjung ke rumah orang tuanya :
  1. Jauh-jauh hari memberitahu orang tua bahwa anak akan datang berkunjung. Jangan datang mendadak karena orang tua kadang ingin mempersiapkan segala sesuatunya seperti mengganti sprei dan menyiapkan kamar tidur untuk anak beserta keluarganya.
  2. Jangan merepotkan orang tua ketika berkunjung. Sebisa mungkin jangan sampai orang tua memasak untuk anak yang berkunjung.
  3. Jika memungkinkan belanjalah kebutuhan sehari-hari sendiri tanpa menggunakan milik orang tua dan masak makanan sendiri untuk pasangan dan anak-anak selama berada di rumah orang tua.
  4. Bagi anak yang sudah memiliki pasangan dan keturunan, beri pengertian kepada pasangan bagaimana seharusnya bersikap kepada orang tua dan atau kepada kakek neneknya.

Sebenarnya orang tua sangat senang apabila dikunjungi anak yang merantau ke luar daerah. Sekali lagi ingat, bahwa anak bukanlah tamu namun anak juga pernah tinggal di rumah orang tua untuk waktu yang cukup lama juga.

Jangan lupa selagi mudik ke rumah orang tua, ajaklah sesekali ayah atau ibu berjalan-jalan sekadar mengelilingi kota. Terkadang orang tua juga butuh hiburan terlebih lansia yang kondisinya tidak memungkinkan untuk keluar rumah terlalu sering.


Mariatanjungmenulis
Mariatanjungmenulis Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini menerima kerjasama Content Placement. Jika ingin bekerjasama silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

25 komentar untuk "Anak Bukanlah Tamu Ketika Berkunjung Ke Rumah Orang Tua"

  1. Ya, mungkin itu masalah kebiasaan orang yang berbeda-beda, ya. Mungkin ibu ingin juga mendapatkan pahala memuliakan tamu, makanya anak2nya dianggap sebagai tamu. Tapi, kalau dalam Islam sih, yang namanya tamu batasnya cuma 3 hari. Kalau lebih dari itu ya harus bersikap seperti penghuni rumah yang harus ikut bertanggung jawab mengurus rumah dan membayar biaya hidup sehari-hari.

    BalasHapus
  2. Terkadang setelah menikah dan berkunjung ke rmh orang tua ataupun mertua seringkali org tua ingin memberikan persiapan yg terbaik untuk anaknya stlh sekian lama tdk bertemu, bkn brrti menganggapnya sbg tamu

    BalasHapus
  3. Terimakasih pengingatnya mbak
    Saya juga tinggal di perantauan
    Orang tua saya di Sulawesi, Mertua di Bali dan kami di Bogor
    Jadi ya dalam setahun bisa dihitung jari kami mudik, itupun gantian antara mertua dan orang tua. Berusaha banget untuk gak jadi tamu. Ah semoga kita selalu berkumpul dalam sukacita bersama keluarga ya

    BalasHapus
  4. Setuju banget sih, harusnya sebagai anak kita harus meringankan pekerjaan orang tua ketika berkunjung di rumah, seperti memasak dan beres beres

    BalasHapus
  5. ya Allaah tamparan banget ya ini mba maria. Biasanya juga kalo ke rumah ortu aku lihat banyak orang malah dibikin event untuk jalan2, ortunya dititipin anak.. Aku sendiri sebisa mungkin gamau nitipin anak ke ortu haha, pasti diajak aja

    BalasHapus
  6. Keluargaku masih di fase kumpul semua. Pasti bakal sedih ya kalau nanti udah berkeluarga dan meninggalkan orangtua. Apalagi aku termasuk yang sering njajan bareng orangtua, huhu

    BalasHapus
  7. Ini jadi reminder banget buat aku yg tinggal beda kota sama orang tua. Sebagian poin sudah aku jalankan, sebagian belum. Akan aku usahakan lebih baik lagi bersikap di rumah orang tua

    BalasHapus
  8. haha jadi inget kalau aku pulang ke rumah ibuku, seenaknya banget karena biasanya dimasakin macem2 hihi makasih ya mbaak buat tulisannyaa..

    BalasHapus
  9. Bener banget banyak ortu yang menganggap kunjungan anak sebagai tamu tapi gak ada salahnya juga sih kan kan ortu juga ingin memberi terbaik untuk anaknya ..mungkin yang paling pas adanya saling pengertian..misal anak ketika berkunjung ikut membantu ortu ketika memasak, membereskan rumah dan sebagainya jadi ortunya ga repot sendiri hehehe

    BalasHapus
  10. Begitu mulia hati seorang ibu yg memuliakan anak sperti tamu. Sehingga pastinya diberikan segalanya yg terbaik. Tapi, sebaiknya anak jangan menganggap dirinya tamu yg minta dilayani orang tua serba terbaik. Ini namanya 'nglunjak'. Anak harus tetap memposisikan sebagai anak yg seharusnya memuliakan orang tuanya.

    BalasHapus
  11. Jadi harus memberitahu kalau hendak mudik ya kak? Saya malah dilarang suami memberitahu nih karena kalau memberitahu ibu suka menyiapkan segalanya jadi kasihan sudah sepuh masak-masak lagi. Ibuku termasuk memuja menantunya berlebihan kak, hahaha aku dirumah mertuaku aja nggak digitukan wkwkw

    BalasHapus
  12. Sepertinya semua orang tua di Indonesia begini deh modelnya, anaknya udah nikah terus
    kalau berkunjung pasti repot dehh, masalahnya orang rumah yang direpotkan hahahah kok jadi curcol ya. wkwkwkw .

    BalasHapus
  13. Ini lah yang menjadi cerita yang seru untuk dibahas karena masih banyak sebagian orang jika datang kerumah orang tua yang telah memiliki anak nantu lain nya maka anak yang jauh dari pulau akan merasa dirinya tamu dan pastinya mereka akan bermalas malasan dan enggan membantu di dapur,hal ini lah yang keliru dan masih banyak ditemukan hal demikian.

    Seharusnya saat berkumpul dirumah orang tua,dijadikan ajang berkumpul dan saling tolong menolong dan kompak bukan sebaliknya.

    BalasHapus
  14. Mungkin maksud setiap orang tua memuliakan anaknya setiap bertandang ke rmh supaya anaknya betah dan mau balik lagi. Balik lagi ke anak supaya tau diri ya ga ngerepotin ortu pas main ke rmh.

    BalasHapus
  15. Mungkin ada perasaan yang berbeda ya Kak ketika saudara kita diperlakukan spesial.
    Saya pernah mengalami ketika sekarang tinggal bersama ibu.
    Saya kok merasa ibu terlalu lebay dalam memperlakukan kakak. Tapi kemudian saya coba untuk menghilangkan perasaan tersebut.
    Saya berpikir mungkin karena sangat jarang bertemu sehingga ada perasaan ingin berbuat yang terbaik buat anaknya.
    Alhamdulillah, ketika perasaan tersebut coba saya hilangkan ada saja kebaikan kebaikan yang saya dapatkan.

    BalasHapus
  16. Masih ada ya orang tua berfikir kalau anak yang sudah menikah bermain ke rumahnya dianggap tamu. padahal anak tetaplah anak meskipun tinggal jauh ketika pulang ke rumahnya seharusnya orang tua bersikap seperti biasa

    BalasHapus
  17. Mungkin, orangtua kita saat baru bertemu setelah sekian lama Ldr-an, ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya kali ya, kak. Jadi, diistimewakan banget. Tapi, penting juga nih ya edukasi ini, biar si anak yang dispesialin ini ibaratnya tetap sadar diri bahwa dia adalah anak di rumah itu, gitu ya kak.

    BalasHapus
  18. Biasanya kalau mudik ke tempat ortu suami, meskipun yg memasak ibu mertua (karena jago masak, diriku cuma bantu-bantu hihi), kami tetap kasih uang untuk belanja kebutuhan selama kami di sana.

    BalasHapus
  19. Betul banget. Nggak ada yang namanya mantan anak. Sekali anak tetaplah anak meskipun udah gak serumah lagi sama orang tua.

    BalasHapus
  20. Bener sih. Sebisa mungkin anak harus bisa memosisikan diri. Bagaimana pun juga rumah orangtua kita dulunya juga jadi bagian dr proses kita tumbuh dan dewasa. Jangan membebankan orangtua ini saya setuju, tapi kadang ada orangtua yang terlalu sayang sama anaknya :D

    BalasHapus
  21. ibu mertua saya banget ini, selalu bilang kalau anak perempuannya ke rumah ortunya itu jadi tamu. tapi saya mah gak pernah berpikir begitu. ortu saya juga enggak haha. anak ya anak sampai kapan pun dan gak ada rasa canggung kaya tamu. malah saya lebih manja semenjak udah nikah ke orangtua. soalnya ketemunya jarang haha. malah makin kangen sama ortu sendiri.

    BalasHapus
  22. Sama kayak di keluarga besar ibu mertua saya nih. Kedatangan anak-anaknya di rumah dianggap sebagi tamu. Beda banget ama ortuku. yang biasa aja, menganggapa anak kembali ke rumah kalau dateng.

    BalasHapus
  23. Curhat nih kak. Hihihi. Kalau aku datang ke rumah orang tua malah serba salah, biasanya walaupun sebentar tidur siang, ini gak enak aja mau tidur, biasanya sering pegang hp walaupun soal pekerjaan ini gak enak aja. takut menyinggung. Apapun momen di rumah orang tua maupun mertua tetap dirindukan.

    BalasHapus
  24. Wqh saya kalo mudik ke rumah orang tua masih biasa kayak tamu, apalagi kalo ketemu kakak yang pada sudah bkliarga

    BalasHapus


  25. Hmmm... ibu saya ga bisa di giniin...apalagi kalau dikabari mau datang... udah pasti repotnya ampun2an... saya lebih suka dadakan sekalian ngasih kejutan

    BalasHapus