Perpustakaan Unsyiah Sebagai Sarana Membaca Dan Mengembangkan Potensi Diri




Dulu pada saat saya menjadi mahasiswa di tahun 1999 (wah ternyata sudah lama juga yak, hehehe), mencari referensi buku untuk mengerjakan tugas kuliah ada dua pilihan. Yang pertama pergi toko buku untuk membelinya dan yang kedua adalah pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku yang kita butuhkan.

Untuk pergi ke toko buku pasti kita harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Mau numpang baca buku gratis, sungkan dengan pramuniaga tokonya yang kadang wira wiri di sekeliling kita. Lagipula buku-buku yang dijual di toko buku kebanyakan masih tertutup rapat oleh plastik yang divacuum. 

Jika kita harus pergi ke perpustakaan, tahu sendiri dua puluh satu tahun lalu mencari katalog buku tidak semudah di era milenial seperti sekarang. Saya pernah merasakan harus mencari buku dengan menggunakan katalog manual di perpustakaan kampus, dan itu membutuhkan waktu yang agak lama.

Kemudian zaman pun telah berubah dimana perkembangan teknologi maju pesat seiring perubahan zaman. Di tahun 2016 ketika saya mengambil pendidikan Magister dan mencoba masuk ke perpustakaan kampus, ternyata kita sebagai mahasiswa diberi kemudahan dengan menggunakan komputer sebagai alat bantu untuk mencari buku yang akan kita baca di tempat, maupun yang akan kita pinjam untuk dibawa pulang.




Bahkan sekarang di setiap ibukota propinsi disediakan perpustakaan umum daerah yang terbuka untuk masyakat luas, tak hanya diperuntukkan bagi para pelajar saja. Karena kita selalu memiliki persepsi yang boleh ke perpustakaan hanya pelajar atau mahasiswa. Padahal buku adalah jendela dunia dimana tiap individu berhak untuk datang ke perpustakaan untuk membaca ataupun meminjam buku.

Kali ini saya ingin membahas mengenai perpustakaan kampus yang menurut saya sangat kreatif. Perpustakaan itu berada di sebuah perguruan tinggi negeri yang berlokasi di Banda Aceh. Adapun nama perguruan tinggi negeri tersebut adalah Universitas Syiah Kuala atau yang disingkat Unsyiah, yang berdiri pada tanggal 2 September 1961. Perguruan tinggi negeri yang sudah berusia 59 tahun ini merupakan kampus yang memiliki fasilitas perpustakaan cukup lengkap dengan berbagai macam program yang tidak hanya berkutat dengan literasi.

Mengapa saya sebut perpustakaan Unsyiah sebagai perpustakaan yang kreatif, karena tempat ini tidak hanya menjadikan membaca dan meminjam buku sebagai kegiatan rutin sehari-hari namun ada kegiatan lain yang mendukung dunia literasi.

Seperti kita tahu, minat baca masyarakat Indonesia termasuk rendah. Hal ini diketahui dari penelitian yang dilakukan oleh Unesco PBB dengan hasil penelitian yang diberi nama The World's Most Literate Nations pada tahun 2016 dimana dari 61 negara yang diteliti, Indonesia menduduki peringkat ke-60 dalam bidang literasi (sumber : www.kompas.com). 

Perpustakaan Unsyiah justru menjadikan kegiatan membaca sebagai sesuatu yang tidak membosankan. Terkadang kita memandang kegiatan membaca sebagai suatu momok yang membosankan, namun tidak halnya dengan yang dilakukan oleh perpustakaan Unsyiah. Para mahasiswa bisa terhubung satu dengan yang lainnya lewat beragam kegiatan yang diselenggarakan. Bahkan bisa jadi dengan adanya beragam kegiatan akan semakin menarik minat mahasiswa untuk rutin berkunjung ke perpustakaan. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat untuk mengedukasi pengunjung, namun juga menarik minat pengunjungnya untuk rutin berkunjung karena ada kegiatan positif lainnya.

Perpustakan Unsyiah ini menurut saya dikelola sudah sangat bagus sekali. Bayangkan, sekelas perpustakaan kampus sudah memiliki channel Youtube, akun instagram resmi milik perpustakaan dan pastinya fan page di Facebook. Dan itu semuanya aktif lho, artinya ada admin khusus yang mengoperasikan semua media sosial tersebut di atas. Hal ini merupakan nilai lebih bagi para calon mahasiswa baru yang menjatuhkan pilihan untuk berkuliah di Unsyiah. Pasti yang ada dalam pikiran mereka, "perpustakaannya saja bagus dan modern seperti ini, apalagi sistem pendidikan di kampusnya".

Perpustakaan Unsyiah sendiri sering sekali mengadakan kegiatan seperti ajang pemilihan Duta Baca, ULF (Unsyiah Library Fiesta) yaitu semacam expo yang diisi oleh berbagai macam lomba seperti lomba baca puisi, lomba fotografi serta lomba lainnya yang ada hubungan dengan dunia literasi. Ohya, selain kegiatan internal juga ada kegiatan yang mendatangkan pihak dari luar kampus. Salah satu contohnya adalah mendatangkan Cak Lontong sebagai pembicara dalam acara ULF. Para mahasiswa pasti senang sekali jika kedatangan tokoh inspiratif yang bisa memberi motivasi kepada mereka untuk lebih banyak berkarya.

Jadi untuk para mahasiswa Unsyiah, keberadaan Perpustakaan Unsyiah sangatlah membantu mereka dalam mengembangkan potensi dan kreatifitas agar pada saat lulus para mahasiswa tidak kaget dengan persaingan di dunia kerja. Kenapa saya bilang membantu dalam mengembangkan potensi dan kreativitas, karena sekarang banyak sekali lulusan perguruan tinggi sulit mencari kerja karena belum memiliki skill yang mumpuni. Jika aktif dalam berbagai event yang diadakan oleh perpustakaan Unsyiah, salah satu contoh dengan menjadi Duta Baca, maka para mahasiswa akan terbiasa untuk berkomunikasi dan bersosialisasi.

Ohya, para mahasiswa yang ingin menggunakan fasilitas perpustakaan Unsyiah juga tak perlu khawatir dalam mencari judul buku yang mereka ingin baca karena para mahasiswa dapat menjadi Pengguna aplikasi Perpustakaan Unsyiah. Sistem perpustakaan sudah terintegrasi dengan mahasiswa sehingga mereka tidak perlu bolak-balik jika buku yang dicari tidak ada. Dahulu di saat teknologi belum berkembang, mahasiswa harus pergi ke perpustakaan beberapa kali untuk memastikan koleksi buku yang akan mereka pinjam tersedia. Sekarang hal tersebut tidak berlaku lagi, khususnya bagi para mahasiswa Unsyiah.

Untuk kalian para generasi muda, saya sarankan untuk meningkatkan minat baca kalian salah satunya dengan rutin mengunjungi perpustakaan. Selain itu bergabung dengan komunitas literasi juga tidak ada ruginya karena bisa bertukar informasi seputar kegiatan literasi.

Salam literasi !




Post a Comment

0 Comments