Perjalanan Part 1

16 comments




Hari ini merupakan perjalanan panjang bagi saya. Ada tugas kantor yang harus saya kerjakan ke kota lain, tepatnya di ibukota Jawa Tengah yaitu Semarang. Sebenarnya pengalaman ke Semarang bukan pengalaman baru bagi saya. Sudah dari tahun 2000 saya sering bepergian ke Semarang karena banyak keluarga yang tinggal di kota itu. Biasanya saya menggunakan moda transportasi travel untuk bisa sampai tujuan. Namun kali ini saya menggunakan kereta api sebagai sarana transportasi ke Semarang. Saya naik kereta api Maharani.

Perjalanan sekarang terasa berbeda karena ada tanggung jawab pekerjaan di pundak saya dan rekan kerja. Kami berangkat dari rumah masing-masing menuju stasiun Pasar Turi. Saya menggunakan ojek online begitu juga dengan rekan kerja. Tidak disangka kami sampai secara bersamaan. Saya pun tidak perlu repot mencari dia, pikir saya ketika melihat teman saya sebut saja namanya Hendro turun dari sepeda motor. Baiklah, kami beriringan menuju ke stasiun lalu mencetak boarding pass untuk dapat masuk ke dalam ruang tunggu kereta.

Seperti biasa tak lengkap rasanya bepergian tanpa membawa makanan beserta minuman, maklum saya termasuk orang yang gampang lapar . Saya memutuskan pergi sebentar ke dalam minimarket di samping stasiun. Saya ajak Hendro masuk tapi dia tidak mau, ya sudah saya saja yang membeli makan dan minum di minimarket. Makanan saya beli untuk dibawa ke dalam kereta api. Spagheti sepertinya enak nih untuk menu sarapan. Saya pilih 2, lalu berjalan ke kasir untuk membayar. Si kasir memanasi spagheti selama kurang lebih 3 menit lalu memberikannya kepada saya beserta minumannya. Saya pun keluar minimarket, langsung memanggil Hendro dan kami sama-sama menuju ruang tunggu kereta.

Waktu masih menunjukkan pukul 5.30, masih setengah jam lagi kereta berangkat. Kami mencari tempat duduk kosong. Untung saja ada karena penumpang kereta api Maharani penuh pagi ini. Lima belas menit kami mengobrol ngalor ngidul, tak terasa waktu sudah menunjukkan 05.50, saatnya penumpang dipersilahkan naik ke dalam kereta.


Kami mendapat gerbong 5. Sebenarnya bukan mendapat ya istilahnya, melainkan kami yang memilih sendiri gerbong dengan nomor kursi berapa. Untungnya saya sudah pernah punya pengalaman naik kereta api Maharani sehingga tidak susah dalam memilih tempat duduk yang sekiranya nyaman bagi kami. Kenapa saya memilih tempat duduk yang nyaman ? Karena Hendro, belum punya pengalaman naik kereta api, tut...tut.. , hehehe sehingga saya harus memastikan dia menikmati perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 4 jam 41 menit ini.

Bersambung dulu ya ceritanya, penulisnya tiba-tiba sakit kepala. Lumayan 2 jam perjalanan bisa menulis untuk disetor ke ODOP.


Credit Foto : radarsolo.jawapos.com
maria8181
Selamat datang di blog pribadi saya. Saya ingin berbagi cerita di blog pribadi saya kepada teman-teman netizen yang budiman. Silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com untuk kerjasama penulisan.

16 comments

  1. Semangat terus, menulis dalam segala kesibukan.

    ReplyDelete
  2. semangat, Mbk ... menulis dimanapun, walaupun lagi sakit kepala

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mas Lutfi... senang sekali bisa dikomment dengan PJ dari grup saya. Semangat juga untuk Mas Lutfi

      Delete
  3. Selamat menjalankan tugas mb,...smoga lancar
    Semangat menulis.....tiada hari tanpa menulis

    ReplyDelete
  4. Sebenarnya dari apapun bisa jadi tulisan ya mbk hehehe

    ReplyDelete
  5. Mantep... Bisa gtu... Semangat trs mba

    ReplyDelete
  6. Moga sakit kepalanya udah sembuh. Aku nunggu lanjutannya^^ semangat

    ReplyDelete
  7. Surabaya mana mbak? Saya jadiingat kenangan terakhir ke Semarang naik Ambarawa Ekspres. KA ekonomi rasa bisnis, bagus banget hehehe. Itu perjalanan terakhir saya dengan alm bapak...hiks...memory ternyata banyak banget ya yg bisa tiba-tiba keinget.

    Smeoga perjalanan dinasnya lancar jaya mbak xoxoxo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku di rungkut mbak. Wah, mbak silvana tinggal di Surabaya juga kah ? Bisa kopdar nih kita. Kenangan dengan alm Bapak pasti sulit utk dilupakan ya mbak. ALFATIHAH untuk beliau. Terima kasih mbak sudah mampir ke tulisanku.

      Delete
  8. Terima kasih teman2 semua sudah mampir ke blog saya, maaf belum bisa balas satu per satu.

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email