Lelah dan Kantuk

Untuk sementara cerita perjalanan ke Semarang menggunakan kereta api tidak saya lanjutkan. Kenapa ? Karena saya benar-benar mengantuk sesampai di Surabaya sementara hari dimana saya tiba juga harus masuk bekerja seperti biasa dengan pemotongan jam kerja sebagai kompensasi dinas luar kota.

Tanggung jawab tetaplah tanggung jawab sehingga mau mengantuk pun saya harus tetap masuk kerja. Lagipula ada meeting yang harus saya hadiri di kantor dan itu menyangkut masa depan perusahan (cie... cie... seperti pasangan kekasih yang mau melanjutkan ke jenjang pernikahan, gubrakkk...).

Berbicara mengenai rasa kantuk yang melanda diri saya sesampainya di kantor, saya heran kenapa pada saat sampai rumah tidak mengantuk sama sekali namun ketika harus menunaikan kewajiban bekerja, mendadak saya menguap tak karuan. Benar-benar syaithan sedang menggoda saya untuk beristirahat.

Akhirnya jam 10.00 WIB pagi saya putuskan berangkat kerja walau belum jamnya. Sebenarnya saya diberikan dispensasi masuk jam 12.00 WIB namun karena tidak mengantuk dan badan dirasa kuat untuk bekerja, akhirnya saya putuskan datang lebih awal.

Sesampainya di kantor, saya menunggu dan bekerja seperti biasa sebelum satu setengah jam meeting dimulai. Betapa herannya saya begitu meeting dimulai, sudah berapa kali saya menguap. Sambil menutupkan tangan ke mulut, saya menguap di sepanjang meeting. Sepertinya pimpinan tertinggi tahu akan kondisi saya yang mengantuk berat, sehingga meeting yang sekiranya berjalan satu jam dipangkas menjadi setengah jam saja. Lagipula meeting juga mengenai hasil yang saya bawa dari survey di Semarang sehingga jika saya dalam keadaan mengantuk maka dipastikan hasilnya tidak maksimal.

Beberapa rekan kerja menggoda saya. Saya tak perduli, habis mau bagaimana lagi jika kantuk sudah mendera. Saya pun izin pulang untuk menyelesaikan rasa kantuk saya dengan tidur sepanjang siang. Entahlah, ternyata saya tidak cocok jika harus diberi tugas luar kota lagi. Rasanya badan tiba-tiba menjadi remuk akibat kelelahan dan mengantuk. Lucunya rasa lelah dan kantuk justru baru dirasakan pada siang menjelang sore hari.

Dan yang paling parah adalah dampak dari kelelahan saya dimana tanggal 3 Oktober 2019 saya tidak melapor setoran tulisan saya ke ODOP. Baiklah, akan saya kebut dalam sehari membuat dua tulisan.

Post a Comment

2 Comments