Halaman

Tuesday, October 1, 2019

Cerita Tidak Penting



Jam dinding sudah menunjukkan pukul 18.30 waktu Indonesia bagian barat. "Aduh bagaimana ini... aku belum menulis untuk setoran ODOP, batin saya". Sambil bersungut-sungut, saya mulai memutar otak ide apa ya yang bergelayut di kepala untuk dituangkan ke dalam tulisan. Kepala rasanya sudah pening mengingat seharian kerja di lapangan melulu. Yah maklumlah pekerjaan sebagai sales menuntut untuk banyak berada di luar kantor alias di lapangan.


Hari ini tepat tanggal 1 Oktober 2019, diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Sedikit mengenang saat berada di bangku Sekolah Dasar dimana setiap tahun pada tanggal 30 September malam disuguhkan tayangan di televisi mengenai Gerakan 30 September yang menewaskan beberapa Jendral terbaik yang dimiliki oleh Republik Indonesia. Saya belajar mengenai kesetiaan para Jendral tersebut kepada negara. Saya ingin menjadi bagian dari generasi penerus bangsa yang menjunjung tinggi semangat juang para pahlawan. Tanpa mereka mungkin saya tidak akan bisa menulis seperti sekarang ini.

Lho, kok pembahasan saya jadi tidak terarah begini. Mau bahas apa saya pada kesempatan menulis kali ini ? Ah biarlah, sesekali menulis tidak harus ada tema mendasar. Pada intinya saya ngeles aja nih hehehe, karena sebenarnya saya sedang mengalami sedikit kebuntuan karena kesibukan pekerjaan di siang hari sehingga bingung mau menulis apa untuk setoran ODOP.

Perjalanan kali ini di siang hari dikagetkan oleh seorang wanita cantik berpakaian kebaya modern menyapa saya. "Mbak Maria ya...", katanya sambil berjalan menuju arah saya yang hendak masuk ke dalam mobil dinas. Saya sempat bingung juga, siapa ya kok tahu nama saya sementara saya tidak merasa punya teman yang kerja di hotel. Setelah jarak kami semakin dekat berteriaklah saya, "Ya ampun, Ida toh, aku baru nyadar ini kamu. Kamu kerja di hotel ini sekarang ?" Saya bertanya sambil setengah jingkrak-jingkrak senang bertemu Ida kembali setelah ada dua tahun tidak bertemu. Ida pun juga tak kalah senangnya bertemu saya. Setelah cipika cipiki, kami ngobrol sebentar. Tak lama kemudian saya berpamitan untuk kembali meneruskan tugas negara yaitu mengantar orderan minyak goreng ke hotel-hotel. Maklum, bos besar mempunyai usaha sampingan yaitu distributor minyak goreng jadi saya juga support di dalamnya.

Tahu tidak Ida itu siapa ? Dia adalah tetangga di belakang rumah saya. Mungkin bagi beberapa orang yang mendengar cerita saya pasti mengernyitkan dahi, dan akan bertanya, "tetangga masak gitu?", eh salah ding.. mereka pasti akan bertanya "tetangga kok hampir 2 tahun tidak pernah bertemu, kemana aje loe?", hehehe. Benar juga ya, saya sudah dua tahun tidak bertemu Ida seolah-olah kami berdua adalah makhluk anti sosial. Padahal bukan seperti itu juga guys. Kami sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan sudah lama saya restart handphone yang menyebabkan nomornya tidak tersimpan lagi. Ternyata dunia ini "luas" sekali ya, buktinya saya dan Ida sampai dua tahun tidak bertemu padahal tetangga dekat. Kan ada pepatah yang mengatakan "dunia tak selebar daun kelor". Hehehe.

Demikian cerita tak penting dari saya. Terima kasih yang sudah mampir untuk membacanya. 

Sumber Foto : Google

17 comments:

  1. Mbak Maria nyindir saya ini. πŸ˜€ saya juga kurang sosialnya. 😁

    Ceritanya bagus, mengalir dari bagian tengah sampai akhir. Seandainta judul diganti tetangga dekat masa' gitu misalnya. Jadi lebih cantik. Dan paragrap awal dihapus aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, beneran saya juga tersindir dengan tulisanku sendiri karena lg buntu buntunya pikiran. Makasih sarannya kak... segera diedit. Maklum, nulis di hp

      Delete
  2. Bisaaaa aja dari apa yang dirasa saat itu, ditulis jaditulisan keren deh.
    Tuh kan, ide nulis bisa dari mana aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbaak. Senangnya dikunjungi PJ London.

      Delete
  3. Ya ampunnnnnnn. Tetangga mbk. Hahahaha ketahuan banget kerjanya full time semua nih

    ReplyDelete
  4. Jangan kasih kendor kak. Semangat

    ReplyDelete
  5. Tetanggaku penolong pertama saat kesulitan.
    Oh ya mbak, enakan tulisannya diratakan kiri kanan biar enak bacanya.

    ReplyDelete
  6. Tetanggaku penolong pertama saat kesulitan.
    Oh ya mbak, enakan tulisannya diratakan kiri kanan biar enak bacanya.

    ReplyDelete
  7. Like benget sama kutipan ini "Tetangga masa gitu?" jadi inget filmnya hihi tulisan yang sangat menghibur hihi. Semangat terus kak.

    ReplyDelete
  8. Wkwk... Gk usah cerita mba klo gk penting. Salah fokus sm judulny hhhh

    ReplyDelete
  9. mantap nih ceritanya. Semangat terus mbak mariaπŸ’ͺ😊

    ReplyDelete
  10. Iya mb. Sama. Tetangga depan rumah, tapi jarang bisa ketemunya. Kerem idenya. Semangat

    ReplyDelete
  11. Terima kasih semua teman-teman yang sudah mampir. Maaf kalau suka kelupaan balas, soalnya agak susah buka dari hp.

    ReplyDelete
  12. Tetangga adalah saudara terdekat kita.. Harus baik2 dlm bertetangga..😊

    ReplyDelete

Duda Keren Yang Bikin Senyum-Senyum