Suka Duka Menjadi Tulang Punggung Keluarga

Post a Comment
Ayah Bekerja




Dari pak Yono, aku belajar berempati dalam mendengarkan keluh kesah beliau selama 11 tahun bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang jasa.

Mendengarkan Cerita Pak Yono


Pak Yono berusia 47 tahun. Beliau memiliki istri dan 3 orang anak. Tidak mudah baginya untuk menjadi tulang punggung satu-satunya di keluarga. Istri pak Yono sudah tidak bekerja lagi. Pabrik sepatu tempat istrinya bekerja sudah gulung tikar.

Pak Yono memiliki dua orang anak yang masih harus sekolah di bangku sekolah dasar dan sekolah lanjutan tingkat pertama. Anak laki-laki sulungnya hanya lulusan SMU dan sekarang hanya menjadi penjaga warkop di dekat kontrakan mereka. Gaji yang didapat dari penjaga warkop hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari anak sulungnya sehingga pak Yono hanya menafkahi istri dan dua anaknya saja. 
Jika ada kesulitan keuangan, Pak Yono selalu curhat kepadaku. Ujung-ujungnya beliau pasti kasbon di kantor. Terkadang jika limit hutang dari kantor sudah melebihi, akupun tidak segan merogoh tabunganku untuk memberinya sedikit pinjaman hanya sekedar menyambung hidupnya.

Aku memang tidak sanggup memberi bantuan apapun kepada pak Yoni. Kadang aku hanya dapat memberi sepatu layak pakai dan membelikan sedikit perlengkapan sekolah untuk anak perempuannya.

Selain masalah ekonomi, pak Yono juga kerap bercerita mengenai suka dukanya bekerja sebagai teknisi di bidang jasa. Tak dipungkiri, kantorku yang bergerak di bidang jasa mengharuskan pelayanan yang prima kepada customer.

Namun, setiap customer memikili karakternya masing-masing. Ada customer yang menyerahkan sepenuhnya permasalahan kepada pak Yono sebagai teknisi. Tapi ada pula customer yang sangat perfectionist dan selalu mengawasi kerja pak Yono secara detail.

Terlepas dari semua keluh kesah pak Yono, beliau tetap bersyukur karena masih diberikan pekerjaan untuk menafkahi keluarga.

Dari cerita pak Yono yang sering kudengar, aku semakin bersyukur dan berusaha menjadi lebih peka bahwa di luar sana masih banyak orang-orang yang hidupnya kurang beruntung baik dari segi pendidikan maupun ekonomi. 

maria8181
Selamat datang di blog pribadi saya. Jika ingin bekerjasama untuk sponsored post, silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

Post a Comment

Follow by Email