Halaman

Saturday, August 10, 2019

Harapanku Pasti Berbeda Dengan Harapanmu



Semua manusia yang sudah baligh pasti memiliki cita-cita dan harapan. Dua hal ini pasti secara tidak langsung akan saling memiliki ketergantungan. Misalkan saja si Budi bercita-cita menjadi seorang dokter dengan harapan dapat menyembuhkan orang yang sakit. 
Cita-cita dan harapan setiap orang pun berbeda-beda. Bahkan orang dengan profesi yang sama pun bisa jadi memiliki cita-cita dan harapan yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Saya mengambil contoh ada tiga orang pengemudi ojek online yang memiliki cita-cita dan harapan yang berbeda-beda. Kenapa harus ojek online ? Karena saya terbiasa menggunakan transportasi tersebut untuk berangkat dan pulang bekerja.

Pengemudi pertama ingin mendapatkan penghasilan yang besar dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya beserta istri dan empat orang anaknya. Pengemudi yang kita sebut saja Pak Anton selalu berangkat pukul 4 pagi setelah subuh dan pulang pukul 9 malam. Hal tersebut dilakukan agar dapat menutup point sehingga beliau bisa mendapatkan insentif.

Lalu pengemudi ojek online yang kedua sebut saja Mas Andik memiliki harapan agar bisa terus bekerja sebagai pengemudi ojek online karena menyadari bahwa dia tidak memiliki pendidikan tinggi. Mas Andik sadar akan keterbatasan dirinya sehingga dia tidak menuntut banyak dalam pekerjaannya. Asal sudah dapat pemasukan tiap hari, si pengemudi sudah sangat bersyukur, berapapun nominalnya. Dia berharap semua penumpang memberi bintang lima atas pelayanannya dan bisa ngebid setiap harinya.


Kemudian saya menemukan pengemudi ojek online ketiga dimana hanya menjadikan profesi ojek online sebagai pengisi waktu luang karena dia sedang mengerjakan skripsi di kampusnya. Sebut saja mas Iwan. Mas Iwan yang juga mahasiswa tingkat akhir ini tidak peduli jika sehari tidak mendapatkan uang sama sekali dari hasil ngebidnya. Kebetulan skripsinya mengambil tema mengenai hubungan ojek online dengan penumpang sehingga tujuan utamanya setiap hari adalah bagaimana dapat mewawancarai rekan seprofesi dan juga mewawancarai penumpang yang dibawanya. Harapan dari mas Iwan adalah skripsinya dapat selesai tepat waktu dan waktu luangnya tidak terbuang dengan sia-sia.


Dari gambaran ketiga orang diatas dapat kita lihat bahwa profesi sama pun tidak serta merta menginginkan harapan yang sama. Yang pasti semua harapan mengandung nilai positif untuk kebaikan individu itu sendiri.

Jadi jangan kuatir, harapanmu pasti baik untuk dirimu. Tak perlu memikirkan penilaian negatif dari orang lain.


Credit Foto : Google

No comments:

Post a Comment

Duda Keren Yang Bikin Senyum-Senyum