Review Buku LOST : Cara Terbaik Belajar Rela Dari Kecewa

 


Buku LOST : Cara Terbaik Belajar Rela Dari Kecewa merupakan antologi saya bersama teman-teman Komunitas One Day One Post. Kali ini saya ingin mereview buku yang di dalamnya ada nama Maria Tanjung Sari sebagai salah satu kontributornya.

Pertama kali saya berkomunitas khususnya dalam bidang kepenulisan ya di ODOP ini. Merupakan suatu kebanggaan bisa menulis bareng teman-teman khususnya Batch 7. Apalagi tema yang kami tulis merupakan non fiksi dimana biasanya tidak jauh dari pengalaman kehidupan sehari-hari.

Sebelum melakukan review buku ini maka akan saya rinci siapa saja penulis yang menjadi kontributor, antara lain :
  1. Sakifah
  2. Lilis Fauziah
  3. (Almh) Prajna Patriani
  4. Chusnul Chotimah
  5. Cinantya
  6. Anisa Sustianing
  7. Asih Mufisya
  8. Januar Atiqoh
  9. Betty Irwanti
  10. Briantono Muhammad Raharjo
  11. Asma Ummu Abdillah
  12. Detin Sofia
  13. Jihan Mawaddah
  14. Lasmiati
  15. Maftuha
  16. Maria Tanjung Sari
  17. Rahayu Hestiningsih
  18. Renitasari Oktaviastuti
  19. Rusmiyati
  20. Yoharisna
  21. Retno Jumirah
  22. Muhammad Syaifuddin
  23. Lia Anelia
  24. Mahmudah
  25. Mardiah Annur
  26. Fitri Ane Lestari


Dua puluh enam nama inilah yang akhirnya bisa menuangkan ide ke dalam tulisan mengenai makna kehilangan.

Kenapa Kita Kehilangan ?

Siapa coba yang ingin kehilangan dalam hidupnya? Pernah tidak kalian membayangkan jika kehilangan orang tua saja. Membayangkan saja rasanya membuat dada menjadi sesak, apalagi jika hal itu benar terjadi.

Banyak hal yang membuat seseorang bisa mengalami kehilangan antara lain :
  • Takdir dari Tuhan Yang Maha Kuasa
  • Keteledoran dari kita sebagai pemilik benda
  • Waktu untuk kita memiliki telah habis.

Buku ini bagi saya pribadi layak ada di lemari buku untuk kemudian dobaca jika dalam perjalanan hidup ini menemukan batu ujian.

Mengapa saya berkata seperti itu karena bagi saya pribadi tak mudah menyemangati diri sendiri kecuali ada teman yang selalu support di sebelah.

Teman yang setia bisa jadi sebuah buku. Buku memang hanyalah benda mati namun tulisan-tulisannya tak lekang oleh waktu.

Hampir semua tulisan dari kontributor berusaha memaknai kehilangan dengan cara pasrah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Selain pasrah, mereka berusaha rela dengan ketentuan dari Pencipta agar tidak menimbulkan sesal di kemudian hari.

Penyesalahan boleh saja terjadi namun sejatinya hal tersebut sebagai motivasi untuk lebih baik lagi ke depannya.

Untuk saya buku ini masih terdapat kekurangan di beberapa hal, sebut saja :
  1. Akan lebih baik jika nama-nama kontributor buku ini dibuat berurutan sesuai alfabet. Agar membudahkan saja ketika membacanya. 
  2. Banyak sekali saya temukan thypoo di beberapa bagian.
  3. Ada beberapa lembar halaman warna kertasnya mengganggu saya ketika hendak membaca tulisan di dalamnya. Mungkin maksudnya ingin memberikan gradasi pada buku hingga nampak terlihat estetik namun justru membuat saya merasa tidak nyaman ketika membaca.
  4. Ada satu profil penulis yang lupa ditulis oleh penerbit. Disini mungkin pentingnya peran seorang editor naskah.
Mungkin ke depannya penerbit yang bersangkutan bisa lebih memperbaiki kembali struktur dari penulisan. Karena hal ini bisa menjadi nilai plus bagi penerbit dalam mendapatkan penulis-penulis hebat yang ingin menuangka tulisan mereka ke dalam sebuah buku.

Overall buku antologi merupakan salah satu bentuk perwujudan prestasi bagi penulisnya. Meskipun ditulisnya beramai-ramai namun terasa hidup bagi yang membacanya karena buku ini adalah buku non fiksi yang menceritakan pengalaman pribadi masing-masing penulis.

Tidak ada salah atau benar, yang ada hanyalah perbedaan perspektif masing-masing pembaca. 

Selamat membaca!


PS : Jika ingin memesan buku ini kalian bisa DM Instagram saya yah! Akan saya bantu pemesanannya.


maria8181
Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini menerima kerjasama Content Placement. Jika ingin bekerjasama silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

Posting Komentar

Follow by Email