Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit

 
Kartu Kredit


Pada beberapa tahun belakangan ini bank mempermudah para nasabahnya dalam kepemilikan kartu kredit. Syarat kepemilikan kartu kredit pun seakan dipermudah. Contoh saja ketika nasabah diminta mengumpulkan dokumen yang dimiliki juga tidak dipersulit. Bahkan nasabah yang belum memiliki NPWP pun boleh mengapply kartu kredit.

Adapun syarat seseorang bisa mendapatkan kartu kredit antara lain :
  1. Mengisi formulir permohonan mendapatkan kartu kredit  disertai tanda tangan yang dibubuhkan dalam formulit tersebut
  2. Memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  3. Memiliki NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak (opsional, karena pada beberapa bank nasabah bisa lolos menerima kartu kredit tanpa NPWP)
  4. Menyertakan slip gaji atau surat keterangan berpenghasilan dari kantor nasabah yang bersangkutan.
  5. Foto selfie nasabah dengan KTP
Adapun pertumbuhan kartu kredit dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Menurut data yang didapat dari bank Indonesia bahwa pada tahun 2018 jumlah kartu kredit yang beredar di masyarakat berada di angka 17,28 juta keping. Fantastis bukan!
Fenomena lain menunjukkan bahwa satu nasabah bisa memegang lebih dari satu kartu kredit dari bank yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa sangat mudah dalam mengajukan kepemilikan kartu kredit di Indonesia.

Kalau kita lihat bank-bank yang gencar menawarkan produk berupa kartu kredit banyak membuka gerai mereka di mall-mall serta pusat perbelanjaan lain di kota-kota besar. Hal ini tentu saja sebagai magnet bagi para nasabah yang ingin berbelanja namun ketersediaan uang tunai terbatas di dalam dompet. Alhasil, kartu kredit menjadi solusi yang tepat untuk berbelanja dan melakukan transaksi lainnya. 

Tapi apakah benar kartu kredit menjadi solusi yang tepat? Rasanya belum tentu juga ya karena di beberapa kasus ada beberapa masyarakat yang tidak bijak dalam penggunaan kartu kredit mereka.
Sebelumnya mari kita menelisik awal mula keberadaan kartu kredit di Indonesia sampai bisa berkembang dan bertahan hingga sekarang. 

Awal Mula Kemunculan Kartu Kredit Di Indonesia


Ternyata keberadaan kartu kredit sudah ada di Indonesia sejak tahun 1980-an. Bank yang pertama kali mengeluarkan kartu kredit adalah Bank Duta dimana bekerja sama dengan Visa dan MasterCard Internasional.

Kartu kredit yang dikeluarkan Bank Duta saat itu hanya bisa digunakan oleh nasabah dari yang bersangkutan. Saat ini Bank Duta sudah tidak beroperasi karena terkena dampak likuidasi ketika krisis moneter tahun 1998.

Sekarang mari kita bandingkan keberadaan kartu kredit di tahun 2010an dimana sudah berkembang secara pesat. Tidak hanya satu bank yang memproduksi kartu kredit bahkan bank-bank pemerintah pun sudah berani berekspansi dalam menerbitkan kartu ajaib ini.
Kenapa saya sebut ajaib karena cukup menggesek di mesin EDC saja maka transaksi pembelian barang yang kita lakukan sudah dinyatakan lunas di gerai tersebut. Tentunya di bank penerbit kartu kredit belum dinyatakan lunas sampai kita membayar sejumlah nominal uang yang akan keluar di tagihan tersebut.

Sebut saja BNI, BRI dan Bank Mandiri sudah mulai menawaran kartu kredit dengan berbagai iming-iming yang menggiurkan seperti bebas iuran tahunan, promo makan di gerai-gerai tertentu serta keuntungan lainnya.
Kartu kredit memberikan kemudahan bagi nasabahnya sebut saja dapat digunakan sebagai alat pembayaran dalam bentuk non tunai. Tagihan kartu kredit memiliki jangka waktu sehingga dapat dibayar mundur.
Selain itu pula kartu kredit dapat dibawa dan digunakan untuk berbelanja ke luar negeri sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Adapun syarat dan ketentuannya adalah outlet perbelanjaan di luar negeri juga harus memiliki logo VISA atau MASTER agar dapat bertransaksi menggunakan kartu kredit.
Kartu kredit juga bisa digunakan untuk berbelanja online di seluruh dunia dan juga meminimalisir tindak kriminal. Kenapa demikian, karena dengan membawa kartu kredit maka seseorang tidak perlu membawa uang tunai dalam dalam jumlah besar di dompetnya.
Dengan adanya fasilitas cicilan kartu kredit maka meringankan pengguna kartu kredit ketika akan membeli barang. Sebagai contoh seorang blogger berencana membeli laptop dengan kartu kredit sebagai alat pembayaran. Karena keterbatasan dana maka blogger tersebut bisa menjadikan cicilan atas atas transaski laptop tersebut.
Jika ada kebuhan darurat maka nasabah yang memiliki kartu kredit bisa melakukan tarik tunai dengan limit yang diberikan oleh bank yang bersangkutan. Tarik tunai dapat dilakukan di ATM bank penyedia kartu kredit. Walaupun dikenal charge yang lumayan besar namun bisa menjadi pilihan ketika membutuhkan dana darurat.

Selain keuntungan, terdapat kekurangan ketika kita memiliki kartu kredit antara lain :
  1. Pada beberapa kasus, kartu kredit rawan untuk di salah gunakan oleh oknum-oknum tertentu.
  2. Ketika berbelanja melebihi limit maka akan dikenai charge atau biaya tambahan.
  3. Mendorong seseorang untuk konsumtif dan hedon dalam hidupnya.
  4. Jika tagihan kartu kredit tidak dibayarkan seluruhnya maka berpotensi terjadi pembengkakan tagihan di bulan-bulan berikutnya.

Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit

Untuk kalian yang belum memiliki kartu kredit sebaiknya mempertimbangkan terlebih dahulu apakah memang benar-benar membutuhkan atau hanya sekadar ingin memiliki saja. Memang benar jika kartu kredit bisa ditutup namun biasanya seseorang yang sudah memiliki kartu kredit cenderung merasa di zona nyaman.

Namun bagi kalian yang sudah terlanjur memiliki kartu kredit, ada beberapa tips menggunakan kartu plastic ini secara bijak, antara lain :
  • Gunakan hanya jika dalam kondisi darurat saja
  • Jangan sampai menunggak dalam pembayaran tagihan bulanan
  • Usahakan jangan bayar tagihan kartu kredit hanya 10%nya saja dari total tagihan. Karena jika kalian lakukan hal tersebut maka bunga yang ditagihkan akan berjalan terus sehingga bukannya tagihan menjadi lunas namun akan semakin membengkak.
Jadi jika saat ini kalian sedang ditawari kartu kredit oleh sales maka cara yang bijak adalah mempertimbangkan berkali-kali apakah memang perlu untuk memiliki atau hanya keinginan sesaat demi membeli barang-barang yang tak diperlukan.

Jadilah nasabah yang cerdas agar isi tabungan anda tak terkuras akibat limit kartu kredit yang kandas.
Mariatanjungmenulis
Mariatanjungmenulis Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini menerima kerjasama Content Placement. Jika ingin bekerjasama silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

1 komentar untuk "Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit"

  1. Bener, mbak Maria. Bijak menggunakan kartu kredit itu wajib. Apalagi saat ini. Kita nggak bisa memastikan keadaan ekonomi yang cepat berubah..

    BalasHapus