Jadikan Kegagalan Sebagai Pengalaman Berharga

36 komentar

Kegagalan Sebagai Pengalaman Berharga
Kegagalan Sebagai Pengalaman Berharga


Perjalanan Hidup Manusia


Dalam perjalanan hidup kita sebagai anak manusia tentu banyak sekali peristiwa yang telah dialami. Mulai dari pengalaman receh sampai pengalaman berharga yang bisa jadi tak dapat kita lupakan untuk waktu yang cukup lama. Semua tergantung peristiwa apa yang pernah kita alami.

Ada yang menganggap moment pernikahan merupakan kenangan terindah karena sekali seumur hidup. Namun bagi beberapa individu lainnya bisa jadi moment kepergian anggota keluarga yang disayang ke pangkuan Ilahi merupakan kepedihan yang luar biasa.

Di usia saya yang sebentar lagi menuju empat puluh tahun tentu saja banyak peristiwa yang telah saya alami. Mulai dari kepergian almarhum Bapak untuk selama-lamanya menghadap Allah SWT, peristiwa pernikahan yang sudah menginjak tahun ke delapan dengan kenyataan sampai sekarang saya dan suami belum dikarunia momongan hingga peristiwa lain yang aku hampir tak bisa mengingatnya satu per satu.

Ada satu peristiwa di tahun 2018 dimana saya harus mengikuti serangkaian tes dalam rangka penerimaan calon dosen di kota Malang dan hasilnya adalah belum diberi kesempatan Allah SWT untuk mengemban amanah sebagai tenaga pengajar. Disinilah berawal kenangan tak terlupakan itu.

Awalnya saya mendapat panggilan psikotest via pesan Whatsapp tiga hari menjelang hari H. Namun karena gawai saya sempat bermasalah sehingga pesan tersebut baru terbaca satu hari sebelum test. Tentu saja saya bingung luar biasa bagaimana harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan mendadak. Dengan modal nekat akhirnya saya browsing internet untuk mencari biro travel dari Surabaya menuju ke Malang. Karena travel langganan saya tidak bisa melakukan penjemputan mendadak, mau tidak mau saya harus mencari alternatif travel lain.

Di panggilan sesi pertama untuk menjalani psikotes saya sudah bangun sejak pukul 03.00 dini hari agar tidak sampai terlambat dijemput travel. Namun ternyata travel yang sudah saya pesan memberi sinyal kurang baik dengan pernyataan driver yang plin plan. Karena saya merasa sedikit khawatir dengan keselamatan diri akhirnya saya putuskan pergi ke stasiun Wonokromo menggunakan ojek online untuk naik kereta menuju kota Malang.

Tak dinyana ternyata jadwal kereta paling pagi sudah berangkat dan baru ada kembali pukul 08.00 WIB sedangkan jadwal wawancara berlangsung pukul 09.00 Perjalanan kereta bisnis memakan waktu dua jam dan saya berpikir saya akan terlambat!

Akhirnya saya nekat pergi ke terminal Purabaya menggunakan ojek online. Dasar saya yang jarang bepergian menggunakan bus antar kota dalam propinsi, bingunglah saya mencari bus tujuan kota Malang. Bermodal nekat dan aktif bertanya, akhirnya bus dengan kota tujuan saya dapatkan. Namun ternyata saya salah memilih bus. Bus yang saya naiki adalah bus ekonomi dimana waktu tempuhnya yaitu kurang lebih dua jam perjalanan. Memang waktu masih menunjukkan pukul 06.00 pagi namun dengan bus ekonomi yang sering berhenti demi mendapatkan penumpang semakin menambah lama perjalanan. Bukannya saya pilih-pilih moda transportasi. Namun saya berpikir bagaimana caranya saya harus sampai di tujuan tepat waktu.

Sepanjang perjalanan di samping saya duduk penumpang lain yaitu seorang bapak dengan usia mungkin menginjak usia hampir enam puluh tahunan. Setelah ngobrol basa basi, saya memberanikan diri bertanya dimana sebaiknya saya turun untuk menuju jalan Soekarno Hatta, Malang. Si bapak menyarankan agar saya turun di Alfa Ken Dedes, begitu nama sebuah tempat. Saya sendiri tidak ngeh nama lokasi tersebut. Baru setelah saya turun dari bus, akhirnya saya tahu disitu memang terdapat minimarket Alfamart di daerah Singosari, Malang. Dan di Alfamart itu ojek dan taksi online diperbolehkan menarik penumpang sehingga hampir semua penumpang bus yang berasal dari Surabaya turun di Alfamart untuk kemudian meneruskan ke tujuan akhir mereka masing-masing.

Setelah turun di Alfamart Ken Dedes, saya pun mulai mengeluarkan smartphone dan memesan ojek online ke alamat yang dituju. Alhamdulillah saya mendapat driver yang ramah, sekalian saya ajak ngobrol tentang kota Malang.

Setibanya di lokasi kampus tempat saya melakukan tes, sudah banyak calon pelamar yang datang juga. Tidak lama tes dimulai dan memakan waktu hampir dua jam. Setelah tes selesai saya kembali memesan ojek online menuju stasiun kereta api. Kenapa saya memilih stasiun kereta api karena perjalanan pulang tidak terlalu terburu-buru sekalian juga saya ingin beristirahat di dalam kereta.

Walau akhirnya saya harus sampai kantor sekitar pukul 13.30 namun tetap langkah kaki saya arahkan ke kantor dengan alasan jarak antara stasiun kereta api dan kantor cukup dekat sehingga tak masalah jika harus bekerja barang satu sampai tiga jam.

Setelah tes yang pertama, saya dipanggil tes untuk kedua kalinya. Kali ini saya sudah lebih mempersiapkan diri saya karena sudah belajar dari rumah dan untuk urusan transportasi menuju kota Malang sudah lebih berpengalaman dari yang pertama. Hanya saja tes kedua lebih berat dikarenakan harus saya jalani di bulan Ramadan dan bertepatan dengan musim kemarau. Kebayang kan harus menahan haus di saat perjalanan, wkwkwk. Namun saya bertekad akan menyelesaikan puasa satu hari penuh walau sedang bepergian. Alhamdulillah tekad saya terlaksana.

Lalu tibalah saat panggilan ketiga yaitu wawancara dengan empat orang dosen senior di kampus tersebut. Kali ini rasanya beda donk ya karena pasti akan ada beberapa pertanyaan dari empat orang yang berbeda. Betapa gugupnya saya ketika masuk ke ruangan wawancara. Tapi bersyukur sekali saya bisa melalui semua tes termasuk wawancara meskipun belum mengetahui hasil akhirnya.

Saya pun pulang dengan perasaan plong. Satu minggu berlalu, tiga minggu tanpa kabar berita sampai bulan berganti namun belum juga ada kabar apakah saya diterima atau tidak sebagai tenaga pengajar di kampus swasta tersebut. Sampai saya pernah memberanikan diri bertanya melalui sambungan telepon ke kampus tersebut mengenai penerimaan dosen yang pernah saya ikuti. Namun saya diminta menunggu saja hasilnya.

Sampai tahun berganti akhirnya saya memutuskan untuk tidak berharap. Saya pun kembali menjalani hari-hari seperti layaknya hidup normal, bekerja dan tidak lupa sesekali mengirimkan surat lamaran kerja jika ada lowongan dosen yang sesuai dengan jurusan yang telah saya tempuh.

Kalau boleh dibilang, saya tidak hanya mengalami satu kali kegagalan dalam pencapaian hidup bahkan mungkin sering mengalami kegagalan. Namun tak serta merta membuat saya menjadi lemah untuk tidak melanjutkan demi meraih tujuan yang ingin dicapai. 

Yang membuat kenangan akan wawancana calon dosen di kota Malang tahun 2018 menjadi pengalaman berharga dalam ingatan adalah dimana saya harus mondar-mandir ke kota Malang selama tiga kali dan salah satunya saya jalani di bulan Ramadan. Selain itu saya harus memberanikan diri izin kerja setengah hari dan berkejar-kejaran dengan waktu agar sampai di kota Surabaya untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda di kantor. Sebenarnya bisa saja saya mengajukan cuti tapi di kantor yang tidak seberapa besar itu diperlukan loyalitas yang tinggi. Pimpinan pun tak keberatan jika suatu ketika saya diterima menjadi dosen maka pekerjaan di kantor akan sedikit dinomor duakan.

Demikian salah satu kenangan yang tidak dapat saya lupakan dalam hidup. Kalau kenangan  tak terlupakan versi kalian bagaimana ? Ceritakan di kolom komentar yah...


maria8181
Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini menerima kerjasama Content Placement. Jika ingin bekerjasama silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

36 komentar

  1. Aku pernah gagal. Jatuh dan sekarang mampu tegap berdiri.

    BalasHapus
  2. Dulu pernah nyoba test jadi guru les. lulus hingga ikut pelatihan 3 bulan. Tapi gagal di mikro teaching akhir. Pahit manis sih karena pelatihan 3 bulan itu saat puasa. Bahkan ikut halal bihalal juga bareng guru-guru les di sana. Sayang nasib berkata lain^^

    BalasHapus
  3. Peluuuuuuuk, Mbak Maria ������

    BalasHapus
  4. Kegagalan itu sukses yang tertunda mbk... Jadi kalau gagal ya kudu bangkit lagi biar berhasil. Dan gagal itu juga bukti kalau kita udah berusaha dan mencoba
    Semangat terus mbkπŸ’ͺ😁

    BalasHapus
  5. Kalo kenangan versi aku sih, merantau dari Medan ke Lombok dan Bali. Amat jauh, hehe.. Tapi dari situlah aku banyak belajar tentang kehidupan anak rantau, huhu..

    Salam kenal mbak Maria ^^

    BalasHapus
  6. Melihat tulisan mba serasa diketuk, baru-baru ini saya juga cerita soal kegagalan di post saya mba, dan melihat diri ini yg masih sekecil biji jagung seharusnya saya bisa lebih bersyukur dan bisa belajar dari mba, juga dari kegagalan-kegagalan yg saya terima, apalagi untuk saya perjalanannya masih jauh di belakang mba. Banyak hal yg harus dipersiapkan, contohnya kegagalan-kegagalan yg mungkin akan diterima di tahun2 yg akan datang. Terima kasih sudah berbagi ya mba, salam kenal😁😊

    BalasHapus
  7. Salam kunjungan dan follow disini ya :)

    BalasHapus
  8. Keren Mbak, pengalaman memang guru yang berharga tapi emang sering lupa aja, bahwa ia berharga :(. Semangat terus mba semoga diberikan kemudahan.

    BalasHapus
  9. Heroik sekali mbak kisahnya. Satu dua tiga halangan ada aja. Kerasa banget perjuangannya. Kebayang jadi wanita tangguh banget kala itu. Ramadhan jadi lebih berat tantangannya. Semoga perjuangan ini berbalas ya Mbak. Aamiin

    BalasHapus
  10. Cerita Mbak luar biasa. Bisa bayangin repotnya nyari transportasi yang tidak pasti. Semoga suatu saat dapat diterima jadi dosen Kak. Aamiin

    BalasHapus
  11. wah jadi terharu baca ceritanya mba tp mba kalau kita serahkan lagi pada NYA kadang Tuhan memberi apa yg kita butuhkan bukan apa yg kita inginkan..walaupun keinginan itu tetap hrs kita perjuangkn krna bagian dari ikhtiar ya semua pasti ada hikmahnya..klo sy puluhan kali dipehapein sama teman baik tmn dekat tmn seprofesi maupun tmn seperjuangan rasanya maknyess agak gmn gitu..tp mungkin dng cara ini jadi membuka mata sy klo mereka bukan tmn yg kita butuhkn jadi hempaskan saja..

    BalasHapus
  12. Mbaknya keren. When you get what you want, its Allah direction. When you dont get what you want its Allah protection. Kata2 itu sih yg selalu saya ingat saat mengalami kegagalan. Biar hatinya iklas

    BalasHapus
  13. Ada beberapa sich sebenarnya..tapi saya coba menutupnya dalam2 sembari meyakinkan diri, "sesuatu yg tidak membunuhmu akan membuatmu kuat" πŸ™πŸ™πŸ™

    BalasHapus
  14. Tahun 2015 yl ada masalah di kampus lama, jadi aku minta mutasi. Melamarlah aku ke kampus lain. Melamar ke 3 kampur berbeda ditolak dong. Menurut temanku siiih, karena aku belum S3. Sedih banget. Segitunya ditolak oleh 3 kampus. Akhirnya aku diterima sih di kampus yg biasa-biasa aja. Mahasiswanya juga dikit. Kayaknya bener, seperti kata mb Bayu, Allah memberi yg aku butuhkan, bukan yg aku inginkan. Tiga kampus yg aku lamar itu, akreditasinya A, dan kerja di kampus unggulan gitu, waduuuh dipleter boooo. Bisa-bisa aku engga sempet ngeblog deh...hehe...Semangat yaaa...

    BalasHapus
  15. Aku pernah ujian sertifikasi ga lulus2 huhuhuh padahal dibayarin kantor, malunya tuh gimana ya diliatin sama rekan dan karyawan yang kenal aku ternyata aku ga lulus ya memang aku oneng atau gimana ya, karyawan lain sebelum ujian cuti untuk mempersiapkan hari esok ujian , lah aku masih berkutat dengan pekerjaan kantor. Akhirnya aku mengulang dan mengajukan cuti alhamdulilah lulus senangnya aku.

    BalasHapus
  16. Gagal interview kerja sering bgt. Semua berkesan. Kadang yg kita optimis terima, malah ga ditrima, justru yg di trima yg ga terduga.
    Kl gagal masuk pns nyaris tiap thun, setelah lulus kuliah hehe

    BalasHapus
  17. Pengalaman yang luar biasa, Mbak. Tapi seharusnya perusahaan atau calon employer kasih kepastian maksimal 2 minggu setelah proses rekruitmen terakhir. Semoga segera dapat pekerjaan yang diidamkan ya, Mbak.

    BalasHapus
  18. Semoga segera mendapat kesempatan menjadi dosen di tempat lain ya mbak.
    Kenangan tak terlupakan saya saat melahirkan anak pertama, suami masih di luar pulau. pengalaman pertama yang penuh drama dan perjuangan

    BalasHapus
  19. Ya ampun mbaa bikin degdegkan yaaa haha. Aku jg pernah nekat akhirnya naik bus. Padahal aku sama sekali gapernah naik bus. Gara2 ketinggalan kereta. Duhh rasanya deg2kan

    BalasHapus
  20. Wah, pengalamannya pasti sangat berkesan sekali ya Kak. Bukan tentang gagalnya, tapi tentang pengalaman di kota orang dan teknis wawancaranya.

    BalasHapus
  21. benar ya pengalaman itu bisa membuat kkita kuat. selain dari kegagalan diri sendiri, belajar dari kegagalan orang lain juga bisa

    BalasHapus
  22. Saat jalan untuk apa yang kita inginkan datang rasanya bahagia banget ya Mbak dan berusaha untuk mewujudkannya. Namun, Allah selalu punya cara yang indah di balik semua itu. Meskipun belum berhasil, akan ada jalan lain yang tentunya lebih baik.

    Semua itu jadi pengalaman yang tak terlupakan.

    BalasHapus
  23. Semangat mba, gagal sekarang bukan berarti gagal selamanya. Huks! Pasti ada hikmah dan pelajaran dr setiap kegagalan.

    Cerita saya, waktu daftar beasiswa utk sekolah di UK yg jd cita2 sejak lama ternyata gagal. Saat LoA udah d tangan tp apa daya beasiswa gak tembus, akhirnya gagal berangkat. Nggak nyangka beberapa bulan kemudian saya d lamar dan menikah, ternyata suami saya dulu maju mundur mau deketin saya karena tau cita2 saya ke UK gak goyah waktu itu. Hehe..

    BalasHapus
  24. Semua orang pernah gagal, tapi kembali bangkit dari keterpurukan.
    Waktu tamat SMA dapat undangan langsung dari Universitas di Jogja kala itu tanpa tes, kebayang dong happy nya gimana.

    Tapi nggak jadi berangkat karena terbentur sama biaya kala itu, ada rasa sedih dan kecewa kala itu dengan kondisi keuangan yang nggak memungkinkan.
    Tapi aku anggap semua itu ujian dari Allah SWT.

    BalasHapus
  25. Wow mbak. Gigihnya luar biasa. Kalau kenangan tentang kegigihan ya ikut ujian masuk kuliah di UN dulu, benar2 menguras tenaga dan pikiran. Boleh nih mbak jadi topik blogging saya. Makasih ya

    BalasHapus
  26. Wah, kalau diminta cerita kenangan tak terlupakan, bisa jadi buku dan berjilid-jilid, hahaha ...

    Soal melamar kerja, aku pernah punya pengalaman lucu. Setibanya di lokasi untuk wawancara, aku curiga karena kantornya tuh kecil dan jelek banget. Khawatir ditipu gitu, kan. Terus banyak orang keluar masuk bawa tas. Aku sempat mengira mereka tuh sales yang mau jualan. Pas tanya sama tukang ojek di depan kantor, mereka bilang itu perusahaan minyak. Lah, makin nggak percaya. Mana mungkin perusahaan minyak kantornya kecil dan sekusam itu. Kalau jualan minyak tanah mah mungkin banget.

    Ternyata, itu adalah biro jasa yang mengurus perijinan dokumen orang-orang asing yang sebagian besar kliennya adalah perusahaan minyak, wkwkwk ...

    Daaan, aku lama banget loh kerja di sana, 12 tahun kurang 1 bulan, hihihi ...

    BalasHapus
  27. Bener nih temenku bilang kegagalan itu kesuksesan yang tertunda. Semoga mendapatkan pekerjaan yang diidamkan, Mbak.

    BalasHapus
  28. Pengalaman yang sangat berkesan sekali ya mbak. Semoga kita selalu bisa mengambil pelajaran dari setiap peristiwa

    BalasHapus
  29. Masyaa Allah mbak perjuangannya. Saya jadi ingat waktu dulu mau melamar jadi dosen. Awalnya sih dikasih tawaran mengajar di kampus swasta. Ini masuk bleng gitu. Tapi saya nggak cocok dan resign.

    Setelah itu, saya coba kampus-kampus lain sampai akhirnya keterima di almamater sendiri. Perjuangannya ya gitu deh. Masyaa Allah. Kalau mbak dari Surabaya ke Malang, saya dari Malang ke Surabaya mbak. Jadi ya kurang lebih sama perjalanan yang kita lalui.

    BalasHapus
  30. Dari kegagalan itu kita jadi belajar banyak ya mba.. ya walau kadang ada penyesalan seandainya dulu begini begitu... tapi begitulah takdir dan suratan tangan ya.. kita tidak pernah tahu akhir dari ujung jalan..

    BalasHapus
  31. Kegagalan versi saya sebelum menikah dan setelah menikah ternyata berbeda mbak maria (itu yang saya rasakan saat ini). Sebelum menikah, suka mengikuti lomba, kalau belum menang artinya gagal, duh mengrutuki diri sendiri. Tapi setelah menikah mengikuti lomba dan gagal berarti itu rejeki anak² ( kegagalan yang terjadi tidaklah papa yang penting anak masih bahagia berada bersama saya)

    BalasHapus
  32. Kegagalan itu menyakitkan. Aku mengalami beberapa kali di dalam hidupku. Gagal menjalani usaha, gagal bereksperimen. Tapi semua menjadi kekuatan untuk mencapai keberhasilan sekarang. Berhasil menemukan usaha paling tepat.

    BalasHapus
  33. Kayaknya banyak orang punya pengalaman sama, kak, soal begini. Terlambat persiapan ketika besok ada wawancara kerja, dari soal transportasi hingga lokasi yang betul-betul masih blank. Soalnya saya juga pernah mengalaminya, hanya mungkin beda kota dan objek lamaran saja. Hihi.
    Yuk semangat semuanya!

    BalasHapus
  34. Aku mengalami kegagalan waktu ikut ujian manajemen risiko , aduh keubun2 rasanya malunya soalnya itu dibayarin kantor terus gak lulus sampai 2 kali lagi oon banget kan, ga berani nginjek ruangan lantai tempat aku kerja, aku lakukan di ruangan tempat teman aku , bosku bilang ya udah gpp cuekin aja, karena setiao orang yang lewat depan mejaku nanya kenapa gak lulus udah dibayarin kantor gitu aja gak lulus ihh sebel.

    BalasHapus
  35. Kak maria. Saya jalan 12 tahun menikah dan belum juga diberi keturunan. Tapi jangan dijadikan beban ya. Teman-teman saya masih banyak yang melajanh saja santai. Hehehe.

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email