Corono Membuat Siswa Harus Belajar Di Rumah


Hallo para pembaca blog saya yang dirahmati Tuhan, apa kabarnya ? Semoga kalian selalu dalam lindungan Tuhan dan bersabar jika terkena dampak COVID-19 ya, aamiin.

Memang tidak mudah menjalani hidup di tengah pandemi ini. Apalagi jika mereka yang terkena dampak pandemi harus dirumahkan sementara anak-anak juga diwajibkan Belajar dari rumah. Sungguh bukan suatu rutinitas yang mudah diterima. Ada yang bersyukur selama work from home karena dapat berkumpul dengan keluarga dan menikmati quality time yang biasanya hanya dilakukan satu minggu sekali. 

Kebijakan pendidikan yang berubah yaitu seluruh kegiatan belajar mengajar untuk sementara dilakukan di rumah baik itu guru maupun siswa, menyesuaikan keadaan pandemi yang sedang berlangsung di negara kita mau tidak mau harus dilaksanakan sebagai bentuk kepatuhan sebagai warga negara dan juga agar cepat memutus penyebaran mata rantai virus COVID-19. Penyesuaian kegiatan belajar mengajar tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan COVID-19 di lingkungan Kemendikbud dan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan pendidikan.

Sementara adanya kebijakan WFH di beberapa manajemen perusahaan membuat sebagian orang tua mengalami pemotongan gaji bulanan sementara anak-anak para pekerja yang dirumahkan juga diharuskan belajar dari rumah. Tentu sebagai orang tua harus tetap mendampingi anak belajar di rumah sementara di sisi lain juga menanggung beban atas kebijakan perusahaan yang merumahkan orang tua dari para siswa tersebut.

Disinilah peran orang tua dituntut untuk menjaga emosi diri sendiri maupun emosi si anak selama belajar dari rumah. Beberapa teman mengeluhkan sistem pembelajaran dari rumah yang cenderung menyulitkan orang tua. Maklum, tak semua orang tua paham teknologi.

Selain kendala keterbatasan teknologi yang terjadi pada beberapa orang tua, kendala dari pihak anak pun juga tak jarang terjadi. Anak yang biasanya setiap hari berangkat ke sekolah selain belajar, juga pasti bertemu teman-temannya untuk bersosialisasi. Bayangkan sudah hampir tiga bulan anak-anak tidak bertemu dan bersosialisasi dengan teman-temannya, tentu akan mengalami kejenuhan dalam keseharian dan bisa jadi menurunkan semangat belajar anak selama masa pandemi. 

Anak jenuh berada di rumah saja tentu merupakan suatu hal yang wajar. Namun ada "godaan" lain selama menjalani kegiatan belajar di rumah yaitu godaan bermain, menonton televisi sampai bermain games di smartphone. Saya rasa hampir semua anak akan mengalami hal yang sama selama pandemi ini.

Mari kita para orang tua mendukung penuh anak untuk belajar dari rumah. Berikan motivasi bahkan rewards jika memungkinkan. Walaupun beberapa orang tua juga menanggung beban hidup karena dirumahkan, namun tetaplah sebisa mungkin memberikan yang terbaik untuk anak khususnya dalam hal pendidikan. Jadikan musibah pandemi ini sebagai moment yang tak terlupakan bagi anak bahwa mereka pernah belajar dengan bimbingan ayah maupun ibu di rumah.