Aku Rindu Bertemu Bapak


Rindu Bertemu Bapak Yang Telah Tiada

Rindu bertemu Bapak yang sudah meninggal merupakan hal yang manusiawi terjadi pada seorang anak. Apalagi jika semasa hidup, Seorang bapak banyak meninggalkan kenangan manis bersama anak-anak terkaasih.

Sejak tahun 2001, setiap selesai melaksanakan sholat Idul Fitri aku dan keluarga inti selalu pergi ke pusara bapak dimana beliau dimakamkan. Sebelum puasa kami juga bisa pergi ke makam untuk nyekar almarhum Bapak.  

Sudah Sembilan belas tahun kami lakukan hal tersebut, namun tahun ini merupakan tahun tersedih dimana kami belum bisa nyekar ke makan bapak karena pandemic covid-19. 

Sebenarnya bisa saja aku pergi ke makam karena ternyata teman-temanku semua nyekar satu hari sebelum berpuasa. Namun aku tidak ingin pergi sendiri tanpa ibuku sedangkan beliau adalah lansia yang rawan terkena virus. Tidak apalah, dalam hatiku tahun ini harus menunda ke makam karena setiap hari pun kami mendoakan Bapak agar tenang di alam kuburnya.

Jika ditanya apakah yang aku rindu jika lebaran tiba maka aku akan menjawab rindu almarhum bapak. Mungkin terkesan lebay tapi sudah hampir dua puluh tahun Bapak wafat rasanya begitu cepat waktu berlalu bersama beliau di kala hidupnya. 

Mungkin kedua kakakku merasa hal yang sama. Apalagi sekarang kami berempat hidup terpisah. Aku dan ibu yang berada di Jawa Timur, kakak laki-laki berada di Jakarta lalu kakak perempuan tinggal di Sumatera. 

Dan tiap tahun kami jarang sekali bisa bertemu di hari raya karena terkendala factor biaya. Hal itu juga yang membuatku rindu, rindu berkumpul dengan kedua kakakku.

Yang aku rindu akan kenangan bersama Bapak adalah :
  • Bapak adalah Seorang Pendongeng yang Hebat
Waktu kecil, Bapak sering sekali menceritakan hikmah kehidupan. Mungkin sampai aku SMP beliau masih suka bercerita. Bapak sebenarnya tipe pribadi yang suka ngobrol. Dimana saja beliau bertemu teman-teman kerjanya selalu disempatkan mengobrol.

Aku tahu hal itu karena sejak kecil suka ikut Bapak bekerja atau hanya sekadar mengunjungi teman-temannya. Maklum ketika aku kecil, Ibu juga menyandang predikat working mom, sehingga tugas menjaga anak dilakukan mereka secara bergantian.

Bapak sering bercerita tentang kisah masa kecil beliau dimana sudah ditinggal mati Kakekku ketika kelas 3 SD. Aku sampai menangis mendengar cerita Bapak kala itu. Sejak kecil menjadi yatim tidak membuat Bapak berkecil hati.

Bapak seorang perantau yang berani menurutku. Dari kota Sumenep, Madura beliau pindah ke Surabaya bersekolah setara SMA kala itu. Lalu selepas lulus sekolah Bapak pergi ke Kalimantan. Tak tanggung-tanggung beliau menyebrangi pulau yang berbeda.
  • Sikap Tegas Bapak
Mungkin dulu ketika aku kecil, aku menganggap Bapak adalah pribadi yang galak karena kalau mengajari aku matematika selalu membuatku menangis, hehehe. 

Namun kalau aku pikir-pikir itu adalah bentuk ketegasan Bapak dalam mendidikku. Masih ingat dalam memoriku ketika menginjak kelas 3 SMP menjelang malam pergantian tahun, dua orang teman datang ke rumah mengajak ke acara tahun baru. 

Bapak dengan tegas dan bahasa yang halus mengatakan pada kedua temanku bahwa putrinya ini tidak diijinkan untuk menghabiskan malam tahun baru di rumah. Aku pun tidak ada perasaan marah di masa itu karena paham bahwa itu untuk kebaikanku.
  • Bapak adalah Bapak Rumah Tangga yang Baik
Betapa banyak kita lihat masih banyak laki-laki yang berperan sebagai suami dan ayah namun tidak mau tahu dengan kondisi rumah tangga. Semua diserahkan kepada istri untuk urusan rumah tangga. Namun hal itu tidak aku lihat di almarhum Bapak karena Beliau masih berkenan membantu tugas harian Ibu sebagai ibu rumah tangga.

Rindu bertemu Bapak karena pada sosok beliau aku lihat tak ada rasa malu ketika harus ikut serta mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan juga mengambil rapor anak-anak beliau.

Seorang Bapak yang aku miliki juga selalu mengarahkan anak-anaknya dalam hal pendidikan. Beliau memberi pandangan ke kakak-kakakku dulu ketika akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Pengarahan itu dilakukan beliau agar kedua kakakku siap ketika berstatus mahasiswa kelak. Mungkin ketika waktuku kuliah, Bapak tidak banyak memberikan pengarahan karena setahun sebelum beliau wafat, entah firasat atau bagaimana.

Kepergian Almarhum Bapak yang Tiba-Tiba


Siapa yang ingin kehilangan seseorang cukup berarti dalam hidupnya. Tentu tidak akan mau bukan terlebih jika meninggalnya mendadak terkena serangan jantung di kota lain ketika sedang melakukan dinas dalam rangka pekerjaannya. 

Tapi takdir Allah SWT tetap yang terbaik. Aku berusaha mengambil hikmah di setiap peristiwa dalam hidupku. Mungkin jika Bapak masih hidup sampai sekarang, bisa jadi beliau terinfeksi covid-19 dan pastinya akan sangat menyakitkan untuk kondisi kesehatannya. Atau mungkin aku dan kedua kakakku tidak bisa berkumpul setiap tahun karena ada rencana lain yang Allah SWT beri untuk kami.

Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 216
 “Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”

Kita tidak boleh menyalahkan takdir. Karena itu bukan hak prerogatif kita sebagai seorang manusia penuh dosa. Jadikan semua peritiwa kehilangan sebagai hikmah yang bisa kita ambil sisi positifnya.

Mariatanjungmenulis
Mariatanjungmenulis Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini menerima kerjasama Content Placement. Jika ingin bekerjasama silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

Posting Komentar untuk "Aku Rindu Bertemu Bapak"