Pernah enggak teman-teman merasa terpuruk dalam hidupnya ? Jika tidak pernah, maka saya ucapkan Alhamdulillah dan saya ikut senang karena teman-teman sekalian sangat berbahagia dalam hidupnya, tidak ada rintangan yang berarti sama sekali. Jikalau ada maka itu bukan rintangan yang sampai melibatkan emosi apalagi air mata.

Namun mungkin tidak semua teman-teman selalu mengalami kesenangan hidup. Beberapa dari kita pasti pernah mengalami yang namanya cobaan, entah itu cobaan yang berat maupun sedang. Demikian halnya dengan diriku, kalau lagi ditimpa masalah aku tipe orang yang kebanyakan mikir. Sampai mau tidurpun aku suka kepikiran dengan masalah yang sedang aku hadapi. Tapi kalau lapar ya aku tetap makan sih, hehehe. Kan ada tuh, orang yang kalau dilanda masalah bawaannya tidak nafsu makan.

Pada suatu kesempatan aku ikut project antologi atau menulis buku secara kolektif. Mentor kami yang bernama Kak Jee Luvina memberikan tema buku antologi kami mengenai perjuangan hidup. Kami para anggota project menyambutnya dengan antusias sekali. Maklum, beberapa dari kami bahkan aku sendiri pun merasa tema ini sangat pas dengan kehidupan yang telah ataupun sedang kami alami.

Setelah beberapa bulan dari pengumpulan naskah, tibalah saatnya buku antologi kami lahir. Rasanya tak percaya bahwa di.salah satu halaman ada tulisanku. Dan yang lebih penting lagi, bahwa aku berani untuk menuliskan salah satu perjuangan dalam hidupku bersama cerita teman-teman lainnya.

Adapun spesifikasi buku antologi kami sebagai berikut :


Judul Buku  : The Struggle Of My Life

Tebal Buku      : 297

Penulis     : Kontributor Nulisyuk Batch 33

Tahun Terbit : 2019

ISBN : 978 - 623 - 91858 - 3 - 1

Aku ingin sedikit menceritakan bagaimana isi dari buku ini. Banyak pelajaran berharga dalam hidup yang aku baca dari kisah teman-teman kontributor lainnya. Sebagian besar memang perjuangan dalam hal pendidikan. Namun ada beberapa perjuangan hidup dalam hal lain diantara perjuangan mendapatkan buah hati, lalu cobaan pada saat ibu mengalami sakit yang cukup berat sampai cobaab di saat ayah tercinta meninggal dunia. Aku sampai menitikkan air mata pada saat membaca perjuangan hidup salah satu teman yang mungkin memiliki kisah yang hampir sama denganku.

Buku terbit untuk dibaca oleh pembacanya dan sedapat mungkin diambil hikmah dan pembelajaran bagi yang membacanya. Dari cerita perjuangan hidup orang lain, bisa jadi membuat kita lebih banyak bersyukur karena cobaan kita lebih ringan dari orang lain. Mungkin kita saja yang terlalu mendramatisir persoalan hidup yang sedang menimpa kita.

Melalui cerita perjuangan hidup orang lain yang dibukukan kita juga dapat belajar bagaimana memecahkan persoalan hidup kita yang mungkin sama dengan penulis. Banyak cara untuk mengambil hikmah atas pengalaman hidup dari si penulis buku. 

Sejatinya persoalan hidup kita dapat menjadikan suatu alat untuk mendewasakan diri ini. Sekaligus juga menjadi sarana muhasabah diri agar pribadi ini menjadi lebih matang dan siap apabila ada cobaan lain yang lebih besar. Semoga kita semua bisa melalui segala permasalahn hidup secara arif dan bijaksana.