Pengalaman baru lagi bagiku mengikuti komunitas selain ODOP. Kali ini komunitas Reading Challenge ODOP (RC ODOP) yang masih satu kesatuan dengan keluarga besar ODOP. Di RC ODOP para anggota memiliki kewajiban membaca buku setiap harinya. Selain membaca buku, anggota dihimbau untuk mengupload buku yang dibaca ke akun Instagram mereka. Dan jika sudah tamat membaca buku, diinstruksikan juga untuk mereview buku yang mereka baca ke dalam tulisan di blog.

Pekan pertama ini aku membaca buku yang terbilang ringan bacaannya. Penuh humor sehingga bisa mengocok perut dan membuat terpingkal-pingkal. Walaupun sudah 7 tahun lalu diterbitkan namun buku ini baru sempat aku baca. Karena si empunya buku adalah suami jadi awal mula aku tak tertarik dengan buku itu, hehehe.

Judul buku yang aku baca adalah The WekeKeliks File yang ditulis oleh raja plesetan Kelik Pelipur Lara. Buku yang tidak terlalu tebal hanya 110 halaman ini mampu membuat pembacanya senyum-senyum sendiri karena dari awal sampai akhir buku ini menyajikan humor politik yang diplesetkan sehingga bagiku sesuai dengan kondisi perpolitikan sekarang ini.




Kelik Pelipur Lara atau saya sebut dengan penulis saja ya karena kepanjangan namanya, mampu menyajikan penjelasan dari awal sampai akhir yang saling berhubungan walau ujung-ujungnya diplesetkan. Saya ambil contoh pada bab pertama dimana penulis memberi sub judul Anatomi Karpov berisikan penjelasan mengenai anatomi tubuh manusia. Kenapa ada sub judul Anatomi Karpov ? Karena penulis memplesetkan yang melakukan riset atas anatomi tubuh manusia adalah anatomi karpov, alias plesetan dari nama pemain catur dunia, Anatoli Karpov. Itu awal mula penulis membuat plesetan. Bayangkan, penulis begitu imajinatif sehingga kita sebagai pembaca mungkin tidak berpikiran sampai jauh kesana.

Lalu dari pembahasan anatomi tubuh meluas menjadi pembahasan di sekitar isu-isu politik. Saya cuplik satu saja mengenai pembahasan mata yang merupakan indera penglihatan. Penulis mengatakan bahwa seorang Kepala Negara hendaknya harus memikirkan begitu pentingnya sebuah Mata (halaman 3). Kenapa demikian? Karena jika Kepala Negara tidak mau dan tidak mampu memberikan Mata pencaharian kepada rakyatnya makan dianggap gagal dalam memimpin sebuah Negara (halaman 3).

Penulis mampu memberi analogi yang pas terhadap jalannya suatu pemerintahan tanpa harus menggurui orang-orang yang berada di dalamnya. Masih banyak lagi plesetan dan humor lainnya dalam buku ini. Seperti humor ciri-ciri istri dilihat dari profesinya (halaman 70). Sengaja aku tidak menceritakan semuanya biar pembaca makin penasaran donk, hehehe. Dan juga yang namanya review pasti hanya sebagian kecil yang diulas.

Secara keseluruhan isi dari buku ini sudah bagus. Plesetan kalimat mampu dipahami oleh pembaca awam seperti saya. Tebal bukunya cocok untuk dibawa bepergian dan dibaca pada saat menunggu studio bioskop dibuka.