Bulan Oktober ini merupakan bulan ke tiga saya menekuni dunia kepenulisan. Rasanya masih tidak percaya, karena ternyata saya masih disini untuk menekuninya. Sesuatu hal yang tidak pernah terpikir sebelumnya, begitu terpikir langsung fokus padanya (menulis). Tiga bulan adalah waktu yang masih sangat pendek. Ibarat bayi masih belum bisa tengkurap, jika sudah pun masih dalam tahap coba-coba. Hampir setiap hari saya menulis. Saya ingat betul tanggal 31 Juli 2019 menjadi hari bersejarah untuk saya. Kenapa saya sebut bersejarah, karena saya mulai membuat akun baru instagram khusus untuk menulis. Hasilnya pun lumayan, sudah agak banyak tulisan saya di instagram.

Kemudian saya mulai mengaktifkan kembali blog saya yang sudah "berdebu" setelah tiga tahun saya tinggalkan. Sebenarnya tidak ada rencana mengaktifkan blog saya kembali, namun karena saya juga bergabung dengan komunitas lain yang mengharuskan saya menulis di blog setiap hari, mau tidak mau saya harus merapikan kembali blog yang pernah saya diami. Ibarat rumah, blog merupakan tempat bernaungnya tulisan-tulisan saya. Akhirnya sejak tanggal 9 September 2019 resmi sudah blog mariatanjung.blospot.com saya tempati kembali. Sebenarnya mulai tanggal 10 Agustus 2019 saya sudah mulai mengcopy tulisan di instagram ke dalam blog namun tidak setiap hari saya menulis di sana. Ibarat orang mau pindah rumah, maka saya masih beberes di blog saya, belum menempati seutuhnya.

Dalam hidup tentu kita harus punya target agar lebih terarah tentunya. Begitu pun dengan kegiatan menulis saya. Enam bulan adalah target saya untuk dapat menciptakan gaya kepenulisan yang menjadi ciri khas saya. Mungkinkah target saya terlalu cepat ? Hhmm... bisa jadi iya tapi bisa jadi tidak tergantung darimana saya memandangnya. Yang terpenting untuk saat ini saya ingin membiasakan diri menulis setiap hari. Karena sesuatu hal yang bertujuan positif biasanya memiliki ujian yang sangat berat. Dulu waktu saya gandrung sekali bermain games, melewati setiap level begitu mudahnya. Bukan berarti games tidak baik juga bagi saya, tapi yang saya nilai bermain games lebih banyak mudharat ketimbang manfaat. Berbeda dengan menulis sepertinya seratus persen bermanfaat, hehehe.

Menulis pasti punya segudang manfaat salah satunya menghasilkan uang. Tidak saya pungkiri, saya mengejar yang satu ini, apalagi kalau bukan menghasilkan uang. Tapi untuk tujuan yang ini saya musti berhati-hati, karena menulis yang menghasilkan uang pasti butuh seleksi yang sangat ketat. Kita lihat saja bagaimana buku Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata yang sudah ratusan kali dicetak ulang pasti menghasilkan royalty di setiap penjualannya. Namun akankah kita mengetahui perjuangan jatuh bangunnya Andrea Hirata dalam menghasilkan karya yang dicari hampir setiap orang penyuka novel ? Kita hanya melihat manisnya saja setelah novel itu sukses di pasaran hingga akhirnya di buat film layar lebar. Dengan demikian saya harus belajar dari penulis-penulis besar dalam mengawali karir mereka.

Akhir kata, perjuangan saya masih baru dimulai dan masih merangkak untuk dapat dikatakan berlari jauh. Izinkan karya-karya mini saya di baca oleh pembaca yang budiman melalui blog pribadi saya.


#nulisyuk
#belajarmenulis
#nulisyukbatch37


Credit Foto : mojok.co