Rejeki Tak Akan Pernah Tertukar


Rezeki




Kalau dipikir-pikir dan dirasa-rasa, maka menjalani tantangan menulis 30 hari rasanya berat sekali. Tapi kok ya sampai juga ke hari ke-21 aku menulis. Kok ga berasa ya, batinku berkata. Artinya tinggal 9 hari lagi donk. 

Seperti anak kecil yang sedang diberi test oleh orangtuanya menjalani puasa selama 29 atau 30 hari. Kalau dirasa-rasa mungkin berat, namun begitu sampai di penghujung hari ke-29, semuanya seakan cepat berlalu.

Rezeki Tak Akan Tertukar


Aku mulai kehabisan ide, namun kata seorang pakar dalam bidang penulisan, ide itu tidak akan pernah habis. Akupun tidak memungkiri pendapat tersebut. Hanya kitanya saja mau atau tidak untuk terus menggali ide-ide. Jangan biarkan otak kita menjadi buntu seolah-olah ide itu akan habis.

Aku masih punya harapan. Harapan untuk tetap bisa menulis. Sehingga dimanapun dan kapanpun, aku akan melihat-lihat lingkungan sekitar untuk mendapatkan ide menulis.

Ide ini datang pada saat aku melihat ada 3 orang pemilik warung nasi di sekitar kantorku. Jarak mereka sangat berdekatan, sekitar 20 meter setiap penjual. Aku melihat kehebatan Yang Maha Kuasa dimana ketiga pemilik warung nasi itu selalu ramai dengan pelanggannya masing-masing pada saat jam istirahat. Tidak satupun dari mereka yang takut tidak mendapatkan rezeki dari Yang Maha Kuasa. 

Aku telah membeli makanan di ketiga pemilik warung nasi itu, semuanya memiliki ciri khas masakan masing-masing. Enak atau tidak enak itu selera.

Aku yakin ketiga pemilik warung nasi itu pasti memiliki harapan yang sama yaitu berharap dagangan mereka terjual semua menjelang sore hari. 

Tuhan begitu adil membagi rata rezeki kepada ketiganya walau jarak berdekatan. Jadi jangan pernah berhenti berharap tentu dengan diiringi doa. 💗💗

Blogger Surabaya
Blogger Surabaya Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini menerima kerjasama Content Placement. Jika ingin bekerjasama silahkan hubungi via email mariatanjung7@gmail.com

Posting Komentar untuk "Rejeki Tak Akan Pernah Tertukar"