Aku punya teman yang disaat sedang banyak pekerjaan di luar kota, penghasilannya justru dibuat membeli sepeda motor balap yang justru nilai jualnya dari tahun ke tahun merosot. 
Lain lagi cerita temanku yang suka sekali membeli jam tangan dengan harga satu koma sekian juta dan kemeja kerja senilai tujuh ratus ribu. Kalau dipikir apa emang akunya aja yang pelit ga mau beli barang semahal itu atau aku emang ga punya uang ya, hehehe. 

Oh iya, ada lagi temanku yang suka gonta ganti handphone. Setiap bulan sehabis menerima gaji, keesokan harinya temanku ini menenteng handphone barunya. Dan tipe handphonenya pun bukan tipe handphone yang kaleng-kaleng.

Dari ketiga tipe temanku itu walaupun punya minat membeli barang yang berbeda tapi setidaknya harapan mereka sama semua yaitu ingin meningkatkan prestise di lingkungan pergaulan.

Tidak masalah dengan apa yang ketiganya lakukan. Namun perlu diingat bahwa di lingkungan pergaulan juga ada teman-teman yang kemampuannya minim dengan pendapatan yang terbatas, jangankan membeli baju seharga diatas lima ratus ribu, beli baju lima puluh ribu saja perlu mikir sampai berkali-kali. Mikir susu bayinya yang baru usia delapan bulan, mikir bayar SPP anak sekolah dan seabrek kebutuhan hidup lainnya.

Jadi, sebaiknya keinginan untuk membeli barang-barang mewah itu juga perlu mempertimbangkan lingkungan sekitar. Harapanmu tampil modis dan prima tidak sebanding dengan rasa kecil hati dari teman-temanmu yang kurang mampu.

Sumber Foto : Google