Jam dinding sudah menunjukkan pukul 7.30 WIB, saatnya aku harus berangkat kerja. Aku memesan ojek online sambil memakai sepatu kets dan jaket. Kubuka pagar rumah, tak lupa aku lihat smatphone dimana posisi terakhir abang ojol. Tak lama, datanglah abang ojol dengan ramah memberikanku helm. Kamipun langsung berkendara menuju kantorku.

Tak dinyana, pada saat kami berada di perempatan Panjang Jiwo tiba-tiba hujan turun dengan derasnya yang mengakibatkan baju dan jaket jeansku basah kuyup. Aku memang sudah curiga sedari pagi mendung memang menggelayuti awan. Namun aku tak peduli akan adanya kemungkinan hujan. Ternyata kecurigaanku benar adanya.

Abang ojol manawariku jas hujan sederhana yang terbuat dari plastik. Aku menerka abang ini membeli di supermarket dekat rumah yang memang jas hujan itu selain harganya murah juga terasa enteng dibawa kemanapun.

Kamipun menepi sebentar agar aku dan abang ojol dapat memakai jas hujan. Mengingat perjalanan menuju kantorku masih panjang, rasanya tak mungkin jika kami meneruskan perjalanan tanpa jas hujan.

Kami meneruskan perjalanan. Beberapa traffic light kami lewati. Tiba-tiba... "aduh", aku kaget bukan kepalang. Ternyata abang ojol tidak sengaja melewati lubang besar di jalan. Lubang besar itu tertutup genangan air yang cukup tinggi. Untungnya kami tidak terjatuh. Tapi perjalanan menuju kantor sedikit terhambat.

Tiba kami di perempatan manyar, tepat di traffic light. Oh tidak, kenapa lagi ini kok ada macet yang tak seperti biasanya. Ternyata ada truk yang mogok di tengah traffic light, sepertinya bannya kempes. Kendaraan pun sulit untuk melaju kencang walau lampu sudah menunjukkan warna hijau. Aduh bagaimana ini kalau macetnya tak kunjung selesai. Mana tidak nampak Pak Polisi mengatur lalu lintas. Setelah 15 menit kemacetan dapat terurai, abang ojol segera melajukan sepeda motornya. Fiuhhh... terlambat sudah aku datang ke kantor.

Credit Foto : Google