Menikah Muda, Why Not ?

Cita-cita menikah muda dengan harapan bisa travelling bersama istri dan harapan jika memiliki anak, akan membawa anak dan istri berjalan-jalan sore keliling komplek perumahan. Simple banget kan ?

Begitulah cita-cita dan harapan teman laki-lakiku yang sudah aku anggap sebagai adik. Sebut saja namanya Nugie. Usianya sebenarnya masih terbilang muda, masih berusia 26 tahun. 
Nugie ingin sekali menikah di usia antara 22 dan 23 tahun. Sangat belia sekali bukan kalau dilihat dari sisi laki-laki yang biasanya baru berani dan percaya diri untuk membina rumah tangga di usia kisaran 27 tahun ke atas. Apalagi sekarang jaman modern sehingga sudut pandang masyarakat sudah semakin berubah. Lelaki dan perempuan lajang di usia 35 tahunan masih dianggap wajar dan lumrah.

Sungguh mulia menurutku cita-cita dan harapan nugie ingin menikah di usia belia. Walaupun ternyata Tuhan Yang Maha Mengabulkan belum memberinya jodoh di usia yang bahkan menginjak 26 tahun. Nugie kadang bercerita padaku tentang keinginannya yang sangat ingin menikah di usia muda. Bahkan sekarang targetnya menikah sebelum usia 30 tahun.

Sebagai seorang yang dianggapnya kakak, aku hanya bisa memberikan support yang terbaik. Tidak lupa aku mengingatkan agar dia juga berikhtiar dalam menjemput kekasih dunia akhirat. Jika hanya keinginan saja tanpa diusahakan, bagaimana jodoh akan mendekat. Itu nasehatku padanya. Berdoapun sangat dianjurkan. Namun kembali lagi, jika hanya berdoa saja tanpa ada upaya sedikitpun, rasa-rasanya sulit untuk menggapai harapan yang terpendam.

So, buat para jomblo yang ingin mendapatkan pasangan halal dunia akhirat, segera berikhtiar ya. Buka pertemanan seluas-luasnya, eeiitsss tapi dalam konteks yang positif ya. Kalau bisa ikut komunitas, hayuk aja. Siapa tahu jodohmu ada di antara teman-teman komunitasmu. 

Post a Comment

0 Comments