Setiap individu pasti memiliki kadar fokus yang berbeda-beda atas pekerjaan yang sedang dilakukan. Hal tersebut bergantung pada beberapa faktor misalnya karena kesibukan, konsistensi dan tujuan awal individu tersebut melakukan pekerjaannya.

Ada individu yang terlalu banyak perencanaan sehingga membuatnya tidak fokus, apalagi tipe individu ini semuanya mau dicoba. Menurut hemat saya, kita tidak bisa menjadi manusia yang penuh coba-coba. Mencoba itu baik jika tujuannya ingin belajar dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Namun terkadang kita terjebak dengan istilah "coba-coba" itu.

Contoh coba-coba yang baik misalnya ada siswa yang baru saja lulus SMU sebut saja namanya Bunga. Bunga ingin mencoba test masuk perguruan tinggi negeri. Karena kuatir tidak lulus di satu tempat, maka Bunga mencoba test penerimaan mahasiswa baru di 4 perguruan tinggi negeri yang berbeda. Ternyata Bunga diterima di perguruan tinggi D. Coba-coba yang dilakukan oleh Bunga menurut hemat saya merupakan hal yang positif karena tujuannya 1 yaitu ingin lulus di perguruan tinggi negeri.

Selain itu saya akan memberikan contoh coba-coba yang kurang tepat. Sebut saja namanya Hendry. Hendry merupakan wiraswasta yang bergerak di bidang jasa. Suatu ketika Hendry tergiur dengan tawaran join usaha dengan temannya yang bergerak di bidang perdagangan karena dirasa Hendry menguntungkan. Diambillah tawaran itu dengan pertimbangan coba-coba. Tidak lama setelah join usaha dengan temannya, Hendry melirik usaha transportasi milik temannya yang berkembang pesat sehingga diapun tertarik mencoba membuka bisnis sejenis. Namun karena tidak komitmen dengan bisnis-bisnis yang dijalani, akhirnya Hendry mengalami kerugian di beberapa bisnisnya. Karena coba-cobanya hanya melihat dari luar dan tidak melihat proses jatuh bangun membangun suatu bisnis, Hendry pun mengalami kerugian. Dari kejatuhan bisnis Hendri kita juga bisa ambil sisi positifnya yaitu Hendry orang yang melihat segala sesuatu sebagai peluang. Insting bisnisnya jalan, tapi kelemahannya Hendry masih belum mampu memanage langkah bisnisnya.

Saya tidak akan mengatakan langkah A,B atau C baik atau buruk karena semua langkah yang kita ambil dalam hidup kita pasti ada konsekuensinya. Tidak ada yang namanya salah dan benar. Semua yang kita lakukan pasti berproses walau kita tidak tahu endingnya seperti apa.

Lalu ada individu yang tipenya tidak senang mencoba-coba. Sebut saya namanya Roy. Roy hanya ingin melakukan satu kegiatan yang pasti dan menghasilkan sesuatu yang pasti pula. Dengan keinginan seperti ini, maka Roy bisa lebih fokus dalam melakukan kegiatannya. Tipe manusia seperti Roy ini punya nilai positif. Dia akan fokus pada satu hal artinya dia tidak mudah tergiur dengan hal-hal yang sifatnya semu. Roy punya konsistensi sendiri dalam mewujudkan apa yang dicita-citakan. Roy tidak mudah terpengaruh oleh tawaran orang lain.

Namun orang seperti Roy bisa jadi tidak banyak makan asam garam dalam pengalaman hidup. Dia cenderung akan mencari aman akan setiap hal yang dilalui.
Menjadi fokus adalah pilihan. Menjadi tidak fokus sebaiknya dihindari agar tidak kacau dalam mengatur hidup. Siapa sih yang ingin tidak fokus dalam hidupnya ? Saya rasa tidak ada. Yuk mari mulai sekarang belajar fokus. Dimulai dari hal terkecil terlebih dahulu.

Credit : Google