Dulu cita-citaku ingin sekali menjadi penterjemah Presiden dengan harapan bisa selalu bertemu dengan Presiden. Tapi itu dulu pada saat aku masih duduk di bangku kelas 5 Sekokah Dasar.


Hal tersebut bermula dari seringnya aku menonton televisi dimana memang pada zamanku hanya ada stasiun TVRI (kebayang ga sudah tuanya diriku, hehehe). Aku selalu melihat progran televisi Dunia Dalam Berita dimana selalu ada liputan mengenai kunjungan Presiden luar ke Indonesia begitupun sebaliknya. Dan sering kulihat selalu ada sosok laki-laki duduk di sebelah Bapak H.M Soeharto kala itu.

Akupun bertanya kepada almarhum Bapakku, siapakah gerangan laki-laki yang selalu duduk di sebelah Presiden setiap menerima kunjungan dari kepala negara luar negeri. Almarhum Bapak menjawab bahwa dia adalah penterjemah Presiden. Hanya sebatas itu yang aku ketahui.

Harapan masa kecilku tidak tercapai karena memang kemampuan berbahasa Inggrisku biasa saja dan akupun sudah lupa akan harapanku di masa kecil.

Tapi tidak apa-apa, yang penting sejak kecil aku sudah berani memiliki harapan walau tidak terwujud juga, hehehe. Setiap individu harus memiliki harapan agar mempunyai usaha untuk mewujudkannya.

Credit Foto : jagad.id