Memaksakan diri untuk menulis tidaklah mudah. Apalagi aku orangnya moody tingkat dewa. Ada kalanya betah berlama- lama di depan android atau laptop. Namun tidak jarang juga aku males buat mikir dan berimajinasi. Kalau sudah males ngapa-ngapain, aku paling senang bermain game zuma. Dalam sehari aku bisa mencapai 10 sampai 15 level. Dahsyat kan ?

Tapi semakin sering aku bermain game, semakin aku merasa gusar sendiri. Mau sampai kapan aku bermain game terus menerus ? Toh tidak ada manfaatnya selain kepuasan batin karena telah memenangkan permainan. Setelah itu ? Hanya kesia-siaan belaka.

Aku hanyalah seorang karyawan di perusahaan kecil dimana masa depan dari perusahaan tempatku bekerja tidak dapat memberikan karir yang mulus semulus kulit peragawati.

Aku harus berbuat sesuatu hal yang produktif agar hidupku dapat lebih berguna selain bekerja di perusahaan kecil.

Lalu aku berpikir, aktivitas apa yang cocok untukku ?

Setelah melalui beberapa uji coba menjalani aktivitas sampingan di luar jam kerja mulai dari jualan online, ikut komunitas dan sebagainya, akhirnya aku putuskan untuk menulis. 
Ya.. menulis apa saja yang aku lihat selama ini di sekelilingku.

Lalu aku bertanya pada diriku, untuk apa aku menulis ? Hati kecilku menjawab : "Suatu saat tulisanku pasti bermanfaat, apakah dapat menjadi sumber penghasilanku atau manfaat lainnya yang tidak aku sadari sekarang ini". Yang pasti aku masih punya harapan. 
Harapan akan hari-hari berikutnya yang bakal aku lalui. Tidak hanya sekedar bermalas-malasan bermain game. Harapan menjadi seorang penulis besar suatu hari nanti. Dan aku sekarang tidak pesimis lagi menatap masa depan walaupun aku sekarang ini bekerja di perusahaan kecil.