Pernahkah kamu berpikir bahwa cita-cita dan harapanmu dapat berubah dalam kurun waktu 10 tahun lagi ? Jangankan 10 tahun, bisa jadi seharipun harapanmu atas sesuatu hal dapat berubah.

Contohnya aku. Namaku Ella, usiaku sekarang 33 tahun. 10 tahun yang lalu aku sangat mengidam-idamkan menjadi seorang pegawai negeri sipil atau BUMN dengan harapan hidupku akan terjamin di masa tua. Aku berpikir jika akan mendapat uang pensiun bulanan sehingga aku tidak perlu risau di hari tuaku.

Akupun mengikuti tes CPNS hampir setiap tahun. Total 5 kali aku ikut test, belum lagi melamar di perusahaan BUMN atau perusahaan besar lainnya. Di rumah banyak sekali buku panduan untuk mengikuti psikotest. Kira-kira aku hitung sekitar ada 8 buah buku panduan psikotest dan test potensi akademik. Walaupun aku akui isi dari buku-buku panduan tersebut sama saja satu dengan lainnya. Tapi entah kenapa dulu ada semacam dorongan, jika mengikuti tes CPNS maka aku harus beli minimal satu buku.

Sembari terus mengikuti jika ada penerimaan CPNS, akupun tetap bekerja namun di perusahaan swasta yang berskala menengah. Hatiku selalu berontak, bahwa aku tidak mungkin mengabdikan diriku bekerja di kantor yang tidak ada masa depannya. 
Waktu berjalan, sampai usiaku menginjak usia 29 tahun dan aku berpikir aku tidak dapat begini terus. Terlalu terobsesi pada suatu hal yang mungkin bagi Tuhan tidak pantas untukku. Lima kali mengikuti tes CPNS dan gagal semua, apakah itu bukan pertanda dari Tuhan bahwa aku memang tidak diberi kepercayaan untuk bekerja sebagai abdi negara.

Sekarang usiaku 29 tahun dan aku telah berdamai dengan hidupku. Aku tetap bekerja di kantorku, dan sedikit demi sedikit harapanku untuk dapat menjadi abdi negara aku kikis.

Bahwa kesuksesan hidup tidak hanya dilihat dimana kita bekerja. Namun tolak ukur kesuksesan bagiku kembali kepada rasa syukur kita sendiri. Walau kerja di perusahaan skala menengah, aku menganggap aku adalah orang yang sukses. Begitulah aku menanamkan prinsip itu terus menerus ke dalam pikiranku.

Akhir kata, harapanku saat ini berbeda dengan harapan di masa mudaku 10 tahun yang lalu. Aku tidak lagi berharap akan mendapat pensiun untuk menjamin hari tuaku. Namun aku berharap suatu saat nanti aku bisa memberikan uang pensiun bagi orang lain.


Credit Foto ; Google