Siapa yang menyangka jika pandemi covid-19 yang belum tahu kapan berakhirnya ini akan banyak menimbulkan efek domino bagi hampir di semua kalangan masyarakat khususnya dalam bidang ekonomi.

Dengan adanya karantina mandiri yang dilakukan oleh sebagian masyarakat, atau program WFH (work from home) yang banyak diselenggarakan oleh beberapa perusahaan utamanya swasta mengakibatkan pemangkasan gaji pegawai.

Saya mendapat cerita dari teman yang kebetulan bekerja di salah satu hotel di Surabaya bahwa dia selama anjuran pemerintah untuk bekerja dari rumah memdapat jatah masuk kerja selama satu hari lalu tiga hari libur. Hal tersebut berimbas juga dengan pendapatannya yang harus dipotong beberapa persen dari total gaji yang diterima.

Lalu ada lagi cerita dari teman yang suaminya bekerja di salah satu bank sebagai security dimana kantor cabang pembantu bank tempat suaminya bekerja ditutup untuk sementara waktu sehingga berpengaruh terhadap besarnya lembur yang diterima sang suami padahal uang lemburan itu nominalnya cukup berherga bagi teman saya dan keluarganya.

Ada banyak cara membantu saudara, kerabat bahkan orang yang tidak kita kenal sekalipun selama wabah ini masih berlangsung.



Cara yang aku lakukan dalam membantu sesama yang terkena dampak pandemi dalam keuangan mereka antara lain :

1. Jika memiliki teman yang berjualan misal jual makanan maka saya akan support usaha teman dengan membeli makanan yang dijual oleh teman saya tersebut. Dan saya usahakan untuk membayar lebih dengan alasan biar genap saja. Misal harga makanan sebelas ribu rupiah, maka saya akan bayar lima belas ribu rupiah.

2. Karena saya adalah pengguna setia ojek online maka para ojol inilah biasanya tempat ladang saya untuk beramal. Bukan bermaksud untuk riya namun biasanya saya memberi tips di aplikasi atau langsung kepada abang ojolnya. Atau terkadang sya belikan minuman di tengah jalan berhenti sebentar mampir ke minimarket. Walau nominalnya tak seberapa namun para abang ojol ini sudah sangat senang atas perhatian dari pelanggannya.

3. Yang terakhir jika kita bingung mau menyalurkan donasi kemana, maka coba cari masjid atau tempat ibadah lain karena biasanya tempat ibadah beberapa kali saya perhatikan membuka open donasi untuk menolong korban pandemi corona ini.

4. Sebisa mungkin kita tidak menawar harga saat belanja di pasar. Karena pedagang di pasar merupakan golongan yang mendapatkan uang secara harian dan saya rasa sangat merasakan dampak penurunan omset.

Donasi jika hanya dilakukan oleh satu orang maka terasa sedikit, namun jika dilakukan secara kolektif maka hasilnya pasti akan banyak dan sasaran penerima donasinya juga menjadi lebih besar.

Memang sungguh berat cobaan yang saat ini kita alami karena belum tahu kapan berakhir. Kalau bencana alam banjir mungkin akan bisa diprediksi berlalu setelah air surut dan tidak menggenangi rumah warga lagi. Namun pandemi yang belum ada vaksinnya ini masih belum tahu kapan akan berlalu. Yang terpenting saat ini adalah kita berusaha menjaga daya tahan tubuh kita agar tidak mudah terserang penyakit.

Untuk kalian yang belum menerima bantuan karena memang lokasi yang tak terjangkau atau belum tertata, tetap berpikiran positif ya. Sambil berdoa bahwa Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hamba-Nya.


"... Bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan  kesanggupannya..." 
Al Baqarah 286


#BPN Ramadhan2020