Sebenarnya sedih juga nih kalau disuruh menceritakan kegiatan seru bersama keluarga di rumah. Aku dan suami belum diberi momongan sehingga di rumah hanya ada orang-orang dewasa yaitu aku, suami dan ibuku. Di tempat terpisah namun masih satu kota, ada ibu dari suami atau mertua yang tinggal bersama para anak kost namun setiap seminggu sekali aku dan suami menyempatkan untuk berkunjung demi melihat kondisi kesehatan ibu mertua.

Namun meskipun hanya berdua dengan suami, aku tak mau menjadi sedih lantas tak mensyukuri kehidupan yang sudah Allah berikan kepada kami. Aku tetap berusaha bergembira dengan cara kami sendiri.

Nah, kebetulan suami yang kerja di bidang transportasi udara alias bandara saat ini sedang semi dirumahkan karena kalau tidak salah nih per 24 April 2020 kemarin beberapa bandara di Indonesia meniadakan penerbangan untuk pesawat penumpang sampai Juni 2020. Yang ada hanya pesawat kargo sehingga suami hanya di rumah menunggu jika sewaktu-waktu ada panggilan kerja. Apapun  itu Alhamdulillah tetap kami syukuri.

Karena suami sekarang lebih banyak di rumah, maka kegiatan baruku saat ini adalaaahh.... MEMASAK. Hehehe. Kegiatan ini sangat seru lho bagiku karena jujur saja aku jarang masak selama delapan tahun berumah tangga. Ibu yang lebih sering memasak karena beliau yang menginginkan hal tersebut. Agar tidak pikun, begitu kata Ibu jika ditanya kenapa sampai usia 70an masih ingin memasak.

Bukan berarti tidak pernah memasak sama sekali namun aku lebih sering memasak makanan yang sangat sederhana seperti ayam goreng yang tinggal dilumuri bumbu ayam goreng, rebus sebentar lalu goreng deh. Namun untuk menu-menu yang membutuhkan proses yang sedikit bertele-tele terus terang aku hampir tidak pernah memasaknya.

Walau selama anjuran pemerintah untuk tetap berada di rumah, tapi aku masih tetap bekerja karena kantorku bergerak di bidang jasa pelayanan. Tapi tetap saja sepertinya aku bagian dari mereka yang menerapkan WFH (work from home) karena selama bulan Ramadan ini kantorku memotong jam kerja seama satu jam sehingga aku punya waktu lebih banyak di rumah.

Bingung nih jam 3 sore sudah di rumah dan mau ngapain aja akhirnya aku putuskan untuk memasak atau lebih tepatnya belajar memasak. Kalau tahun-tahun sebelumnya selama menunggu waktu berbuka, aku dan suami lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah maka tahun ini diberi sesuatu yang berbeda oleh Allah SWT dan tetap aku syukuri.

Kalau suami sih paling suka main games di smartphonenya dan aku pun juga tak ingin mengganggunya. Mungkin inilah saatnya suami bisa refreshing di rumah saja karena biasanya kalau sudah bekerja di bandara apalagi di saat mendapat shift malam, suami sering pulang larut malam. Sembari suami main games, aku pun membuka laptop dan 

Selain di rumah belajar memasak, kami berdua tak lupa mengunjungi ibu mertua untuk mengecek apakah beliau sehat selalu karena usia lansia juga rawan terkena penyakit khususnya yang berkaitan dengan covid-19 ini. 

Ciptakan kegiatan serumu selama di rumah aja dengan berbagai hal yang mengasyikkan. Jika kalian memiliki buah hati maka dijamin tak ada yang namanya kebosanan apalagi jika buah hatimu masih bayi. Jika kalian masih jomlo, jangan kuatir menjadi bosan yah karena mungkin inilah waktu yang paling tepat untuk menjadikanmu sebagai high quality jomlo. hehehe.