Untuk bisa mencapai suatu tujuan dalam hidup, setidaknya kita harus memiliki beberapa rencana yang harus dilakukan. Kenapa harus ada rencana ? Bagiku pribadi rencana harus ada untuk menentukan langkah selanjutnya yang ingin kita ambil. Masih segar dalan ingatanku, pada tanggal 31 Juli 2019 aku bertekad untuk menjadi seorang penulis. Artinya jika sampai sekarang aku masih menjalankan aktivitas tersebut (Alhamdulillah aku masih menulis), sudah tujuh bulan aku berkecimpung dalam dunia kepenulisan. 

Puji syukur aku panjatkan ke hadirat Allah SWT karena selama kurun waktu tujuh bulan itu aku berhasil menerbitkan buku antologi bersama teman-temanku yang lain. Artinya sebagaian dari tujuanku tercapai. Walaupun tujuan utamanya adalah aku ingin menjadi seorang penulis buku solo. Buku antologi merupakan batu loncatan pertama yang harus aku lalui untuk mengasah kemampuan menulisku. Selain buku antologi, blog pribadi juga merupakan sarana untuk memperlancar kegiatan menulis, melatih mengeluarkan ide yang bisa dijadikan bahan tulisan. Insha Allah.

Aku ingin memberi contoh yaitu diriku sendiri. Tujuan dalam hidupku saat ini adalah aku ingin menjadi seorang penulis. Untuk mewujudkan tujuanku ini, aku tak mungkin hanya berpangku tangan. Ada beberapa rencana yang aku targetkan dapat terealisasi dalam waktu dekat. Adapun target yang sudah aku susun antara lain :
  • Bergabung ke dalam komunitas (Sudah tercapai)
  • Ikut beberapa pelatihan atau kelas menulis dengan biaya terjangkau (Sudah tercapai)
  • Menjadi kontributor dalam beberapa buku antologi (Sudah tercapai)
  • Rutin menulis di blog pribadi
  • Akan lebih aktif dan sering mengikuti lomba blog yang diadakan oleh suatu vendor 
  • Menerbitkan buku solo (Belum tercapai, sedang progress menulis)
Namun ternyata tidak mudah untuk dapat menulis rutin setiap hari. Padahal di salah satu tip dan trik yang aku baca, bahwa untuk menjadi seorang penulis yang handal, maka setidaknya aku harus menulis setiap hari walau hanya sebentar.

Ujian menulis rutin menerpaku di bulan ketujuh ini, yaitu di bulan Februari. Entah berapa lama aku melewatkan hari-hariku dengan menulis. Kerjaanku jika sudah sampai rumah hanyalah rebahan sambil scrolling-scrolling Instagram tak jelas. Seperti tidak ada semangat untuk menulis sama sekali. Seminggu aku hanya bisa menulis satu sampai dua hari saja, itupun tak lama. Sementara banyak target yang harus aku capai. Salah satunya dalam Komunitas One Day One Post dimana aku menjadi anggotanya memiliki program ONB atau kepanjangan dari ODOP Nulis Buku.

Program ONB ini merupakan program yang memberikan ruang kepada anggotanya untuk menerbitkan buku solo dengan batas waktu tertentu. Aku belum menyelesaikan setengah dari naskahku, lantas bagaimana aku bisa lolos dalam program ini. Walaupun Mbak Sakifah sebagai ketua program ONB mengatakan bahwa masih ada waktu sampai 31 Maret 2020.

Ternyata begini rasanya hilang mood dalam menulis. Dan untuk memulainya kembali butuh perjuangan yang (bagiku) sangat berat. Kenapa aku menyebutnya berat, karena aku harus meluangkan waktuku minimal dua jam setiap malam agar bisa kembali kepada rutinitas normal menulis. Sungguh berat karena paginya aku harus bekerja di kantor. Malam aku juga "memaksa" agar ide-ide keluar untuk dituangkan menjadi sebuah tulisan.

Untuk kalian yang sedang mencapai tujuan hidup sepertiku, aku berharap kalian tidak cepat putus asa dan melupakan kerja keras kalian selama ini. Jenuh merupakan hal yang manusiawi tapi jangan sampai terus menerus terlena dalam kejenuhan. 

Semangat !!!


Credit Foto :Idntimes.com