Rasanya hampir tidak percaya delapan tahun aku menjalani kehidupan pernikahan dengan suami, walau kami belum dikarunia keturunan tapi kami tetap bersyukur masih diberi rasa saling sayang satu dengan lainnya.

Sebenarnya setiap tahun tidak ada moment perayaan spesial menyambut hari ulang tahun pernikahan. Malah kadang kami sengaja tidak makan di luar, karena tanggal tua, hehehe. Maklum, kami menikah pada tanggal 28 Januari dimana kami belum gajian di tangga segitu. Hahaha, konyol juga sih.


Nah, tahun 2020 ini aku iseng aja sih nawarin suami ke Boncafe, restoran yang menyajikan steak dan makanan lain seperti nasi goreng, kudapan dan yang lainnya. Sebelumnya memang aku pernah ke Boncafe bersama teman sekantor untuk acara tutup tahun di kantor. Tapi aku ke Boncafe Gubeng tahun 2014 silam. Sudah lama juga ya ! Kalau mau tahu sekilas mengenai resto Bon Cafe kalian bisa ngintip ke situsnya disana bakal kalian temukan aneka menu makanan yang menggugah selera. Selain situsnya, kalian juga bisa kunjungi ke Instagramnya karena biasanya kaum millenial lebih sering membuka Instagram.


Nah, kali ini aku mau ajak suamiku makan di Boncafe yang berada di Manyar Kertoarjo, Surabaya. Sesekalilah makan kayak horang kayah, padahal pas lihat menu aku akan mencari harga yang termurah, wkwkwkwk. Konyol ! Itu merupakan kebiasaan yang tak terhindarkan sejak dulu. Kalau mau makan di kaki lima mungkin kekhawatiran akan harga makanannya tidak terlalu ya, namun kalau di resto yang lumayan agak deg-degan juga kalau memesan makanan yang fantastis dari segi harga.  

Sepulang kerja, suami menjemputku ke kantor dan kami langsung cuzz ke Boncafe Manyar. Sebenarnya kami belum tahu persis lokasinya, cuma tahunya dekat Swalayan Bonnet. Ya udah deh, modal nekat aja kesana. Kalau gak nemu ya udah putar haluan cari makan yang lain. Kenapa aku pilih Boncafe Manyar, karena dekat dengan kantorku yang berada di Ngagel.


Alhamdulillah kami menemukan restoran yang sudah kami rencanakan dari semalam. Wah, ternyata luas juga nih tempatnya walau agak ke dalam tersembunyi di antara ruko-ruko di depan.

Begitu masuk, kami disambut oleh beberapa waitress, sepertinya suasana resto masih sepi. Iya kali sepi kan masih jam pulang kantor, jadi wajar aja batinku. Mungkin kalau malam bakal rame karena orang akan mencari makan untuk makan malam. Sebab dulu waktu aku makan bersama teman sekantor pada hari sabtu, pengunjung Bon Cafe lumayan banyak juga kala itu. 


Begitu memilih meja yang sesuai dengan keinginan, kamipun disodori buku menu. Baiklah, waktunya memilih-milih. Karena aku sudah pernah makan steak sebelumnya di Boncafe, maka kali ini aku putuskan untuk tidak makan steak lagi. Pilihanku jatuh pada nasi goreng sedangkan suami memilih steak. Mungkin karena penasaran dengan ceritaku di 2014 silam.



Sambil menunggu makanan kami dimasak, obrolan santai ngalor ngidul dan tentu saja sedikit sibuk dengan gawai masing-masing mengiringi suasana ulang tahun pernikahan. Sekitar lima belas menit seorang waitress datang membawakan pesanan kami. Begitu pesanan lengkap, kami langsung menyantap makan sore. 

Menurutku nasi gorengnya enak. Rasanya hampir mirip dengan salah satu tempat makan yang pernah aku ulas di blog ini. Porsinya tidak terlalu jumbo seperti yang ada di tempat makan lain, tapi aku sudah cukup kenyang dibuatnya. Kalau steaknya, kata suamiku enak juga. Entah memang enak atau semua makanan dianggap enak oleh suami, hehehe.

Ohya, kami tak lupa memesan lumpia untuk cemilan. Sembari menunggu makanan pokoknya datang, lumpia ini diberikan di awal. Satu porsi lumpia disajikan untuk dua orang. Rasa lumpianya juga tidak mengecewakan. Yang pasti ada kenangan bahwa kami pernah ke Bon Cafe. Tapi untuk melakukan selfie rasanya aku terlalu malu, hehehe. Biarlah hidangannya saja yang aku foto untuk kenang-kenangan. 

Baiklah, perayaan kecil-kecilan ulang tahun pernikahan selesai sudah. Kami merayakana hanya ingin mengingatkan bahwa ternyata sudah sejauh ini perjalanan kami dalam mengarungi rumah tangga. Ada suka dan duka, bahkan mungkin sedikit drama. Namun ternyata kami bisa bertahan sampai satu windu. Hitungan angka yang mungkin hampir membuatku tidak percaya.

Semoga kalian yang telah berpasangan halal dan usia pernikahan sudah lama, aku doakan agar diberi kebahagiaan selalu dan langgeng sampai kakek nenek. Aamiin