Halaman

Sunday, October 6, 2019

Perjalanan Part 2

Apakah saya sudah kehabisan ide di Minggu ceria ini ? Seharusnya tidak boleh ya, karena ide itu dicari bukan tiba-tiba jatuh dari atas langit. Ibarat dapat rezeki nomplok, adakalanya ide bisa datang tanpa di duga. Tapi kebanyakan 1001 kejadian sih, sisanya ya harus dijemput paksa 😁😁😁.

Baiklah, saya akan melanjutkan cerita perjalanan ke Semarang part 2. Sesampainya di stasiun kereta api Poncol, saya dan Hendro turun dari kereta api. Kami dijemput oleh rekanan yang sudah menunggu tepat waktu. Saya pun sudah dapat mengenali dari kejauhan karena wajahnya tak berbeda jauh dari foto yang ada di profile whattsapp.

Kami berdua dipersilahkan masuk ke dalam mobilnya. Sebut saja rekanan kami namanya Pak Priyo. Ternyata di dalam mobil sudah ada karyawan Pak Priyo, kita panggil saja dengan nama pak Gogon. Dari kesan pertama, mereka berdua sangat baik dan ramah. Sepanjang perjalanan kami membicarakan mengenai prospek kerja sama yang akan kami kerjakan di kemudian hari.

Tibalah kami di salah satu rumah sakit swasta di daerah Ngaliyan, Semarang. Di situ saya dan Hendro melakukan survey lokasi. Setengah jam setelahnya, kami diajak makan siang di depot tak jauh dari rumah sakit itu. Pak Priyo menyodorkan menu depot mempersilahkan kami memilih menu yang akan dijadikan santap siang. Karena sungkan baru pertama kali bertemu, saya dan Hendro memilih menu yang paling murah saja yaitu nasi goreng telur beserta minumnya es teh karena udara di kota Semarang sangat sumuk kalau kata orang Jawa, hehehe.

Satu jam kami makan siang sambil berbincang mengenai pekerjaan masing-masing. Setelah itu Pak Priyo menawarkan kami untuk mampir ke kantor beliau. Tawaran itu langsung saja kami iyakan, kapan lagi bersilaturahmi sambil memperluas relasi kerja. Sesampainya di kantor Pak Priyo, kami mengobrol kurang lebih 30 menit. Setelah dirasa cukup dan tidak ada lagi yang hendak dibicarakan, kami pun pamit undur diri. Kebetulan saya mempunyai bude yang sudah sepuh, yaitu kakak kandung dari ibu, dimana saya berniat mengajak Hendro mengunjungi beliau.

Rupanya Pak Priyo tidak ingin membiarkan kami berdua terkatung-katung di jalan menunggu taxi online. Atas perintah pimpinan, pak Gogon dengan sigap mengantar kami menuju kediaman Bude yang berada di daerah sekitar simpang lima, Semarang. Sepanjang perjalanan, pak Gogon laksana tour guide yang tanpa henti menjelaskan kepada Hendro mengenai wisata di kota Semarang. Perjalan lumayan panjang hampir sekitar 30 menit karena selain jauh juga melewati jalan-jalan arteri kawasan truk trontron lalu lalang sehingga menyebabkan macet.

Setibanya di rumah bude, kami pun berpamitan dengan pak Gogon. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada beliau yang telah sudi mengantarkan kami ke rumah kerabat. Saya mengajak Hendro langsung masuk ke garasi. Hubungan saya dengan keluarga bude sudah dekat sekali sehingga tidak ada rasa canggung di antara kita. Betapa terkejutnya bude pada saat saya nongol di teras rumahnya. Memang tidak ada kabar kalau saya mau menengok beliau. Bude yang sedang duduk melamun di ruang tamu melihat saya dari balik kaca jendela segera keluar menemui saya dan Hendro. Lalu kamipun berpelukan. Eits, yang berpelukan hanya saya dan bude lho ua. Hendri tidak. 😁😁

Saya cukupkan sampai di sini dulu ya ceritanya. Mau nonton JOKER dulu 😉😉

No comments:

Post a Comment

Duda Keren Yang Bikin Senyum-Senyum

Haloo... jumpa lagi dengan tulisanku yang retjeh ini. Pertama-tama aku mau bilang untuk kalian yang membaca judul blogku ini jangan l...