Zona Waktu Yang Berbeda





Kenapa ya jodohku belum juga datang sedangkan usiaku sudah menginjak kepala 3 ?

Kenapa ya sudah 10 tahun menikah tapi aku dan pasangan belum diberi momongan ?

Kenapa ya begitu lulus kuliah aku tidak dapat-dapat pekerjaan ? Sudah 2 tahun aku menganggur, sedangkan teman-temanku belum keluar ijazah sudah banyak dapat tawaran kerja.

Kenapa ya gajiku tidak bisa sebesar gaji sahabatku ? Padahal posisi kami sama walau di perusahaan yang berbeda.

Kenapa ... kenapa ... kenapa ...

Sahabat, pernahkah terlintas di pikiran kita akan hal tersebut ? Jika iya maka sangat manusiawi sekali. Bukan berarti kita di cap sebagai hamba Tuhan yang tak pernah bersyukur, namun ada kalanya kita berada di titik terendah dalam hidup ini. Melihat di sahabat, keluarga dan handai taulan di sekeliling kita banyak yang berhasil dalam pencapaian hidup mereka. Lantas kita menganggap diri kitalah yang gagal dalam hidup ini. Padahal sejatinya bukan seperti itu.

Pernah tidak kita berpikir jika selepas kuliah Tuhan langsung memberi pekerjaan yang mapan lalu kita menjadi pribadi yang congkak, angkuh dan segala keburukan lainnya. Lalu jika kita menikah di usia muda dan ternyata kita belum siap diberi amanah berupa buah hati, maka yang terjadi bisa saja buah hati itu kita telantarkan. Di lain waktu, coba engkau berpikir jika dirimu diberi kekayaan bertubi-tubi oleh Tuhan Yang Maha Pemberi Rezeki, lalu engkau enggan bersedekah hingga dirimu menjadi pribadi yang kikir.

Tidak ! Tuhan itu tidak pernah salah memberi porsi hidup pada setiap Hamba-Nya. Dia tahu mana yang lantas diberi kekayaan, mana yang ditunda untuk diberi momongan dan siapa saja hamba-Nya yang sabar menanti jodohnya. Kita saja sebagai manusia yang selalu tidak sabar untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, bukan yang kita butuhkan. Coba tengok, Barrack Obama menjadi presiden di usia 47 tahun dimana angka tersebut cukup terbilang muda untuk ukuran kepala negara, namun 8 tahun kemudian muncul tokoh Donald Trumph yang menggantikan beliau menjadi Presiden Amerika Serikat. Tahukah engkau berapa usia Donald Trumph ketika dilantik menjadi presiden ? 70 tahun ! Bayangkan, orang yang secara matematis tidak mungkin lagi menjadi kepala negara namun karena kemampuannya beliau dapat membuktikan bahwa usia tidak menjadikan halangan seseorang untuk menjadi seorang pemimpin.

Mari sahabat, kita sejenak tundukkan kepala. Menunduk artinya melihat ke bawah, dan masih banyak orang yamg masih belum seberuntung kita. Jangan merasa diri kita paling sengsara karena pencapaian hidup belum maksimal. Syukuri dahulu apa yang ada. 

Sumber gambar : google

Post a Comment

9 Comments

  1. Tulisan inspiratif, sangat bermanfaat sampai ke hati terimakasih tulisannya ya mba, pengingat untuk diriku yg sering bertanya2 kenapa aku belum ini, belum itu

    ReplyDelete
  2. Terima kasih ,jleb langsung masuk kehati.
    Semangat untuk selalu instropeksi diri

    ReplyDelete
  3. Jadi lebih mawas diri. Makasih tulisannya mbak^^

    ReplyDelete
  4. Suka dengan tulisan mbak Maria. Bersyukur apapun yang didapati.

    ReplyDelete
  5. Mari bersyukur... Smngat terus mbak

    ReplyDelete
  6. Terima kasih sudah diingatkan untuk senantiasa bersyukur😊

    ReplyDelete
  7. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya ya teman2.

    ReplyDelete