Pernahkan kawan mendengar apa itu bekam ? Atau mungkin pernah melihat seperti apa orang yang dibekam itu ? Jika pernah di bekam pasti tahu namun yang belum pernah di bekam, jangan membayangkan bekam itu sakit karena pada kenyataannya tidak bagi saya. Menurut Wikipedia, bekam adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia. Berbekam dengan cara melakukan pemvakuman di kulit dan pengeluaran darah darinya.

Dari tahun 2008 saya sudah mengenal metode penyembuhan dengan cara di bekam. Namun di tahun 2018 sampai 2019 ini sudah jarang sekali saya melakukan bekam karena selalu saja ada halangan pada saat ingin melakukan bekam, entah tidak menemukan waktu yang pas dan lain sebagainya. Awalnya saya tidak membayangkan seperti apa di bekam. Tapi setelah sekali menjalani proses tersebut, saya justru seperti ketagihan dan ingin rutin setiap bulan di bekam. Rasanya badan terasa ringan setelah darah kotor di keluarkan dari dalam tubuh kita. Entah itu sugesti saya atau memang manfaat bekam yang membuat saya seperti itu. 

Pada saat ayah mertua masih hidup, beliau menderita diabetes lalu kami bawa ke terapis bekam. Dahi almarhum ayah mertua di bekam dan ternyata banyak sekali darah menggumpal yang keluar dari dahi itu. Dulu saya berpikir bagian punggunglah yang menjadi bagian utama area pembekaman, ternyata dugaan saya salah. Semua bagian dari tubuh dan wajah kita dapat dibekam, tentu dengan teknik yang benar dan dilakukan oleh orang yang telah mendapat pembekalan ilmu bekam.

Pertama kali bekam, terapis saya menggunakan silet yang steril untuk melukai kulit agar dapat di vakum sehingga darah kotor dapat tersedot. Semakin kesini, silet diganti dengan jarum lancet yang di taruh di dalam alat menyerupai pulpen lalu di tekan-tekan agar ke kulit kita agar darah keluar sehingga dapat di vakum. Biasanya sebelum di bekam, punggung di pijat untuk melemaskan otot agar tidak tegang saat di bekam dan darah lebih lancar keluar.


Jadi untuk kawan-kawan yang memiliki keluhan seperti pusing yang tak kunjung sembuh, bisa mencoba pengobatan ala Rasulullah SAW yaitu bekam. Insya Allah pusingnya bisa sembuh atau minimal berkurang. Jangan takut dengan membayangkan darah yang keluar akibat proses bekam, namun rasakan khasiat yang ditimbulkan setelah bekam. Jika terus menerus minum obat-obatan yang mengandung bahan kimia dikuatirkan akan dampak negatif jangka panjang. Maka alangkah baiknya dikombinasikan dengan pengobatan ala Rasulullah SAW.

Sumber foto : google