Tak terasa sudah hari ke-14 saya bergabung di komunitas One Day One Post. Kalau orang yang tidak paham, pasti akan berkata "wah, ga terasa ya...". Tapiii bagiku 14 hari bergabung dengan tugas menulis setiap hari beraaat rasanya. Walaupun sudah hampir dua bulan saya menekuni dunia kepenulisan. Tidak dipungkiri, menulis adalah kegiatan yang mengasyikkan namun jika tidak dibiasakan konsisten akan berat melakukannya.

Tapi bukan berarti saya menjadikan tugas menulis setiap hari adalah suatu beban. Oh tidak... engkau salah Ferguso... hehehe. Saya tetap menikmatinya dan berusaha untuk stabil menulis setiap hari. Jika tidak setoran menulis setiap hari, bisa dikeluarkan dari komunitas donk. Dan saya belum mau hal itu terjadi. Sayang banget, perjalanan menulis yang sudah 13 hari saya lalui jika harus berakhir dengan dikeluarkannya saya akibat kemalasan saya sendiri.

Sebenarnya ide itu mengalir dengan derasnya dalam pikiran saya. Bukan sombong lho ya. Memang benar, ide itu sangat banyak sekali. Namun untuk dapat dituangkan ke dalam bentuk tulisan itu yang membutuhkan kreativitas. Kenapa saya bilang kreativitas, karena kita harus berpikir bagaimana ide yang hanya secuil itu muncul lalu dikembangkan menjadi berparagraf-paragraf tulisan. Menakjubkan bukan ?

Contoh kecil, tiba-tiba saya menemukan ide menulis tentang nasi pecel. Dari ide nasi pecel kemudian berkembang tulisan bahwa di belakang rumah saya ada warung nasi pecel yang sangat enak sehingga banyak berdatangan pembeli. Karena harganya yang sangat murah, banyak orang penasaran mampir ke warung nasi pecel itu untuk mereview makanannya. Tak sengaja salah satu selebgram kuliner tersohor di tanah air meliput warung nasi pecel itu untuk kemudian di upload ke channel youtube selebgram tersebut. Akhirnya sekarang warung nasi pecel itu sudah sangat terkenal. Yang dulu tempatnya sangat kecil sekarang berubah menjadi besar sehingga orang-orang sudah menyebutnya rumah makan yang tidak hanya menjual nasi pecel lagi tetapi juga menjual masakan khas nusantara lainnya.

Dari contoh sederhana itu dapat kita lihat sebenarnya menulis adalah pekerjaan yang sangat mudah. Tapi menjaga agar tetap mudah untuk dilakukan terus menerus itu yang sulit. Kadang mood naik turun, waktu yang kita bilang tidak ada (padahal sebenarnya ada dan berlebih), dan berbagai alasan lain yang mungkin kita buat-buat.

Hal itu yang sebenarnya (mungkin) sedang terjadi pada diri saya. Saya ini tipe orang yang suka wasting time kalau bahasa Inggrisnya, alias suka membuang-buang waktu. Buka instagram, lihat-lihat beranda tapi ya begitu... hanya dilihat-lihat. Melipir ke akun gosip. Sepertinya lihat akun gosip di instagram lebih seru ketimbang menulis, padahal tidak ada manfaatnnya juga.

Baiklah, melalui tulisan saya ini, saya ingin memberi motivasi dan semangat kepada teman-teman seperjuangan. Bahwa "peperangan" belum berakhir. Peperangan melawan rasa malas yang menjebak kita hingga kita merasa tak ada waktu untuk menulis. Setelah dua bulan menulispun, jangan pernah kasih kendor pada rasa malas untuk menulis. Justru godaan akan lebih besar disaat sudah lulus dari ujian.
SEMANGAT !!!


Credit Foto : kompasiana.com