Halaman

Tuesday, September 10, 2019

Rezeki Tak Akan Tertukar (One Day One Post Day 2)

Aku tertegun... keluar dari toserba dekat rumah, aku melihat ada lima orang penjual nasi goreng berjualan di seberang toserba. Uniknya, gerobak mereka bertuliskan nomor, semacam nomor urut mungkin ya. Sebab jika hanya mengandalkan wajah penjualnya saja kadang aku seringnya lupa yang mana nasi goreng langgananku.
Sudah hampir 10 tahun mereka berjualan bersama-sama. Walau tidak selalu setiap hari bersama-sama. Kadang penjual nomor 1 mencari peruntungan dengan berjualan sembari berkeliling komplek perumahan. Mungkin bisa saja penjual yang nomor 5 pulang kampung sekedar mengirim uang bulanan dan melepas rindu kepada istri dan anak-anaknya. Namun pada intinya kelima penjual nasi goreng ini lebih banyak menghabiskan waktu dan lokasi yang sama untuk berniaga.
Pasti pembaca yang budiman bertanya-tanya darimana aku bisa tahu sedikit banyak keseharian mereka berjualan. Tentunya dari kekepoanku donk, hehehe. Jadi aku sudah pernah membeli nasi goreng dari kelima penjual tersebut. Biasanya aku selingi, tidak setiap hari aku beli nasi goreng mereka. Bosan juga lho makan nasi goreng setiap hari.
Diantara kelima penjual nasi goreng tersebut, aku akui semuanya memiliki rasa yang kurang lebih sama. Tidak ada yang lebih enak dari si nomor 2 atau 4. Jadi walaupun penjual nasi goreng langganan kita kebetulan tidak berjualan, kita masih punya alternatif penjual nasi goreng lain yang mangkalnya juga sama.
Kelima penjual nasi goreng ini ternyata sudah memiliki pelanggan sendiri-sendiri. Aku sampai heran juga, yang dijual sama, rasanya pun hampir ga ada bedanya tapiii pelanggan mereka berbeda-beda lho !!! Amazing kan.
Aku sendiri lebih sering beli nasi goreng nomor 5. Ga tahu kenapa semacam ada sugesti. Karena dari SD sampai SMU, aku selalu menduduki peringkat nomor 5 di sekolah. Jarang bisa naik, hehehe.
Jadi, hikmah yang kita ambil dari penjual nasi goreng ini adalah walau dagangan mereka berjejer, tapi ternyata tidak ada yang lebih sepi dari yang satunya. Semua punya pangsa pasar sendiri-sendiri. Dan yang terpenting rezeki tidak pernah tertukar

No comments:

Post a Comment

Duda Keren Yang Bikin Senyum-Senyum