Resensi Novel Hijrah Asmara

a.       Identitas Buku

 Judul Novel                       : Hijrah Asmara

 Pengarang                         : Madun Anwar & Sukma El                                                         Qatrunnada

 Jenis Novel                        : Roman Fiksi 

 Tebal Novel                       : 213 Halaman

 Penerbit                            : Loka Media

 Tahun Terbit                      : 2019

 Nomor ISBN                      : ISBN 978 602 5509 18 6

b.    Sinopsis Novel :


Novel fiksi ini menceritakan tentang persahabatan Ara dan Denia semenjak mereka berada di bangku kuliah. Ara dan Denia sangat terbuka dalam semua hal, mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama di kampus, toko buku maupun sekedar makan di restoran. Setting novel ini berada di kota Lombok provinsi Nusa Tenggara Barat 



Suatu ketika Ara menjalin cinta dengan laki-laki yang kebetulan merupakan mahasiswa di kampusnya juga. Nama laki-laki itu Fatih. Ara dan Fatih saling mencintai. Deniapun memberi support kepada sang sahabat akan kisah cintanya dengan Fatih.

Ara dan Fatih melewati masa-masa indahnya berpacaran. Meski hanya jalan-jalan ke toko buku, makan di restoran berdua atau hanya sekedar menjemput Ara dari rumah ke kampus tapi mereka berdua sangat bahagia. 

Hubungan Ara dan Fatih tidak diketahui oleh ayah Ara. Hal ini dikarenakan ayah Ara tidak mau putri semata wayangnya berpacaran selama masih kuliah. Ayah Ara menganggap pacaran hanya membuang-buang waktu saja dan tidak ada manfaatnya. Namun pendapat ayah berbeda dengan pendapat ibunda Ara. Ibunda Ara menyetujui Ara berpacaran dengan Fatih tapi dengan beberapa persyaratan salah satunya jangan sampai nilai-nilai pelajaran Ara turun jika berpacaran. Ara menyetujui persyaratan dari ibunya. 

Tetapi rupanya Ara tidak bisa berkomitmen dengan syarat yang diajukan oleh ibundanya. Nilai pelajaran Ara jeblok. Yang paling parah, ayah Ara tahu jika Ara berpacaran dengan Fatih.

Darimanakan ayah Ara tahu jika putri semata wayangnya berpacaran dengan Fatih ? Ternyata Denialah yang menceritakan hubungan Ara dan Fatih kepada kedua orang tua Ara. 

Bercerita mengenai sosok Denia yang ternyata takut untuk berpacaran dikarenakan terlalu banyak membaca novel-novel fiksi. Denia sangat menyukai novel-novel fiksi. 

Suatu ketika Denia berkenalan dengan laki-laki lewat media sosial yaitu Facebook. Setelah menjalani proses perkenalan melalui Facebook, Denia dan Arif sepakat untuk bertemu. Namun sangat terkejut Denia ternyata Arif yang dikenalnya di dunia maya yaitu Fatih yang juga menjadi pacar dari sahabatnya sendiri.

Ternyata Arif yang lebih dikenal Fatih sudah menyukai Denia semenjak pertama kali bertemu, namun tidak berani mengungkapkan rasa sukanya dikarenakan Denia selalu menjodoh-jodohkan dengan Ara. Menurut Fatih, Denia merupakan pribadi yang menarik. 

Denia merasa terpukul dengan kenyataan bahwa Arif yang dia kenal di media sosial ternyata Fatih yang juga pacar dari sahabatnya. Denia merasa tertipu oleh Arif atau Fatih.

Setelah Denia menceritakan mengenai sosok Fatih kepada orang tua Ara, masalah tidak selesai begitu saja. Selang beberapa waktu kemudian, Ara secara tak sengaja bertemu Denia dan Fatih di pantai. Ara merasa terpukul dengan kenyataan yang ia temui. Ara menganggap Denia telah mengkhianatinya. 

Denia bersikeras membantah bahwa yang Ara lihat tidak seperti yang Ara duga.

Di tempat lain, Ara mengenal sesosok perempuan yang mengenakan hijab. Arum namanya. Ara mengenal Arum pada saat ayah Ara menyuruh Ara untuk mengantar buku-buku yang akan didonasikan untuk perpustakaan Canai yang didirikan oleh Arman, kakak Arum. Di perpustakaan itulah awal Ara dan Arum saling mengenal dan akhirnya Ara merasa nyaman berteman dengan Arum.

Fatih dan Ara akhirnya mengakhiri hubungan pacaran mereka. Fatik memutuskan pindah sementara ke luar negeri. Hal ini dikarenakan kondisi ornag tua Fatih yang tidak harmonis sehingga Fatih semakin tidak betah di rumah. Persahabatan Denia dan Ara akhirnya kembali menjadi baik.

Di akhir cerita, persahabatan Ara dan Arum, juga Arman semakin erat. Hal ini dibuktikan dengan dibukanya restoran yang bernama restoran Asmara. Ayah Ara yang memberi modal untuk restoran yang mereka dirikan. Ara di kemudian hari sudah menggunakan hijab dan dia terlihat semakin cantik. 

Arman dari awal tetap berkomitmen tidak akan berpacaran. Walaupun Arman menyukai Ara begitu juga sebaliknya tapi tak lantas membuat keduanya memutuskan berpacaran. Secara tidak langsung Arman mengatakan jika sudah tiba saatnya dia siap untuk menikah dan Ara mau menunggu maka Arman akan datang kepadanya.

c.    Keunggulan Novel Hijrah Asmara :

Novel ini berisi cerita mengenai kehidupan anak kuliah berikut problematika percintaan. Makna persahabatan dan persaudaraan juga kental di novel ini. Bahasa yang digunakan juga mudah dipahami. Cerita di dalam novel ini walau untuk satu orang tokoh tidak berakhir bahagia, yaitu pada tokoh Fatih namun untuk beberapa tokoh endingnya berakhir dengan bahagia, seperti Ara yang menemukan tambatan hati sesuai keinginan sang ayah. Cerita dalam novel ini juga ada beberapa yang flashback atau kembali ke beberapa waktu sebelumnya sehingga pembaca yang sempat penasaran akan terjawab di bab berikutnya. Seperti pada saat Ayah Ara tahu anaknya berpacaran, pembaca mungkin ada yang penasaran darimana ayah Ara tahu. Ternyata Denia yang bercerita kepada orang tua Ara.

d.    Kelemahan Novel Hijrah Asmara :

Novel ini kurang spesifik menceritakan bagaimana kondisi keluarga Denia, Fatih juga Arum dan Arman bersaudara. Yang dipaparkan hanyalah gambaran umum saja, seperti Ibu dari Arum Arman telah meninggal, orang tua Fatih yang tidak harmonis. Bahasa yang digunakan juga seharusnya bisa diselipkan percakapan khas kota Lombok. Karena setiap kota pasti memiliki bahasa daerah yang berbeda-beda.

e.      Kesimpulan

     Ada pesan moral yang berhasil disampaikan oleh penulis novel ini yaitu sebaiknya kita       jangan berpacaran dulu sebelum merampungkan studi. Akan lebih baik lagi jika tidak berpacaran namun memiliki kesiapan menikah pada saat sudah siap secara mental. Dan yang terpenting adalah selalu mengutamakan nasihat orang tua dibanding keinginan pribadi.