Jangan Paksa Badanmu



Harapan untuk bisa menjadi orang yang serba bisa pasti di idam-idamkan oleh setia individu. Mungkin ini yang diinginkan oleh seorang ibu kepala RT di lingkungan tempat tinggal temanku, Amel.

Suatu ketika Amel bercerita di lingkungan tempat tinggalnya mempunyai seorang ketua Rukun Tetangga (RT) yang kebetulan dipimpin oleh seorang wanita. Sebut saja namanya Bu Irwan. Bu Irwan merupakan ketua RT yang sangat aktif. Hampir semua kegiatan diikuti. Sampai ke tingkat kotamadyapun Bu Irwan ini tidak pernah absen. Selain menjabat sebagai ketua RT, Bu Irwan juga bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta.

Tentu saja warga di lingkungan Amel bangga memiliki ketua RT seperti Bu Irwan yang memiliki kepedulian terhadap warganya. Bahkan pada saat lomba kebersihan antar RT dalam rangka menyambut kemerdekaan Republik Indonesia, Bu Irwan membantu menyapu halaman rumah warganya yang berada di gang sebelah. Sungguh mulia yang beliau lakukan. Tidak sia-sia, RT tempat Amel yang diketuai Bu Irwan menyabet juara 1 lomba kebersihan.

Tapi sebagai manusia, kita pasti tidak luput dari cobaan salah satunya cobaan kesehatan. Ketika satu bulan setelah disibukkan dengan kegiatan Agustusan lalu disambung dengan kegiatan Kurban Idul Adha, Bu Irwan mendadak terkena stroke ringan. Sontak berita tersebut menyebar ke seluruh lingkungan tempat tinggal Amel. Banyak warga yang membesuk Bu Irwan dan mendoakan agar beliau segera membaik kondisi kesehatannya.

Hikmah dari peristiwa tersebut adalah kita harus mengukur kemampuan kita dalam beraktivitas. Boleh jadi kita merasa kuat dan berstamina untuk melakukan kegiatan dari pagi sampai malam, akan tetapi tubuh kita juga membutuhkan istirahat walau pemiliknya merasa baik-baik saja. Harapan kita untuk tetap dapat beraktivitas terkadang tidak selaras dengan harapan jasmani kita.

Credit Foto : netralnews.com

Post a Comment

0 Comments