Ketika diberi tugas membuat tulisan tentang kegelisahan sepertinya ini lumayan berat untuk saya. Tantangan di #nulisyukbatch33 kali ini sangat memberi saya keberanian menulis apa yang menjadi kegelisahan saya. Memang yang pasti kegelisahan setiap orang berbeda-beda, begitu pula dengan tingkat kegelisahan seseorang tidak sama satu dengan yang lainnya.

Okelah, kali ini kegelisahan mengenai hedonisme yang menjangkiti beberapa rekan kerja saya yang akan saya bahas. Mungkin gaya hidup hedonisme yang dialami oleh seseorang yang menyebabkan orang tersebut harus membuang rasa malunya demi gengsi memiliki barang-barang bermerek menjadi salah satu kekhawatiran saya akan penularan "virus" tersebut.

Saya memiliki teman kerja yang sangat konsumtif, tidak perduli dengan hutang yang menumpuk, yang penting baginya semua yang melekat di badannya haruslah bermerek. Dulu saya berpikiran yang sering bergaya hidup wah pasti perempuan, ternyata anggapan saya selama ini salah. Baik pria maupun wanita itu sejatinya sama saja. Faktor utama gaya hidup yang tinggi pada umumnya karena lingkungan pergaulan baik di dalam lingkup pekerjaan maupun di luar lingkup pekerjaan. Selain itu penilaian dari tetangga kiri kanan juga berpengaruh terhadap gaya hidup seseorang ditambah jika orang tersebut memiliki sifat baper.


Sebenarnya kalau dipikir-pikir buat apa saya memikirkan gaya hidup konsumtif orang lain, tapi terkadang gaya hidup seperti itu cenderung untuk pamer. Puncaknya adalah pada saat rekan kerja laki-laki saya ini menikah di tahun 2017. Setelah menikah bukannya bahagia, tapi justru kebingungan karena hutang biaya pernikahan yang tidak sanggup dia bayarkan.

Sementara pengajuan pinjaman dia tidak disetujui oleh kantor karena saking seringnya kasbon di kantor, akhirnya rekan kerja saya melakukan tindakan kriminal. Tanpa pikir panjang manajemen kantor memutuskan kerja secara sepihak yang bersangkutan.

Akhir kata, gaya hidup konsumtif boleh-boleh saja selama tidak merugikan pihak lain. Jika sampai jatuh ke ranah hukum tentu akan sangat merugikan tidak hanya bagi diri kita sendiri tapi juga akan membuat malu keluarga kita.

Credit foto : Google