Cerita Ella



Cerita mengenai harapan apalagi yang akan kutulis ya ? Sesungguhnya banyak tema mengenai harapan. Harapan tidak melulu hal baik. Adakalanya kita berharap terjadi hal yang berujung pada kekecewaan agar dapat terlepas dari penderitaan. Seperti ceritaku beberapa waktu lalu tentang harapan istri yang dapat bepisah dengan suami agar tidak lagi menerima kekerasan dalam rumah tangga.

Aku punya teman perempuan, usianya menurutku masih sangat muda baru 28 tahun. Entah karena takdirnya yang kurang beruntung setiap mendapat pekerjaan, temanku ini sebut saja namanya Ella, mulai lulus kuliah sampai usia 28 tahun belum juga mendapat pekerjaan.

Aku tidak tahu kenapa Ella sangat sulit untuk mendapat pekerjaan. Meskipun pakerjaan yang sangat sederhanapun seperti resepsionis, Ella gagal berkali-kali melamar kerja sebagai resepsionis. Ella sebenarnya sangat frustrasi karena sudah 6 tahun menganggur. Akhirnya pernah suatu ketika Ella menyampaikan keinginannya padaku bahwa dia ingin menikah saja dengan harapan ada suami yang bisa menafkahinya sehingga dia tidak perlu susah-susah mencari kerja.

Sebenarnya aku kurang sependapat dengan keinginan Ella. Bagiku bekerja bukan semata-mata mendapatkan uang. Tapi semacam aktualisasi diri atas apa yang sudah kita raih selama menempuh pendidikan di bangku kuliah. 
Meskipun begitu aku sangat menghargai perbedaan pendapat masing-masing individu. Jika Ella memiliki soft skills tentu aku akan sangat mendukungnya penuh untuk menjadi ibu rumah tangga. Namun yang aku tahu, Ella hanya sibuk mencari pekerjaan tidak disertai kesibukan lain yang bermanfaat. Waktu luangnya hanya untuk bermain handphone dan update status di wa story.

Sekarang Ella sudah menikah selama 6 bulan dengan Udin, suaminya. Ella bahagia karena harapannya tercapai yaitu tidak perlu susah mencari kerja lagi. Sudah ada suami yang setiap hari memberinya nafkah. Harapan yang sederhana bagi seorang Ella, wanita yang juga sederhana.

Sumber foto : Google

Post a Comment

0 Comments