ADI RAHARJA UTAMA Yang Berlokasi Di Surabaya, Jawa Timur
Sumber Foto : Koleksi Pribadi

Saat ini saya bekerja di bidang jasa Pest Control, sebuah jasa yang mungkin terdengar awam bagi masyarakat pada umumnya. Jasa Pest Control atau jika di Indonesiakan disebut Jasa Pengendalian Hama adalah bidang usaha dimana memiliki tugas mengendalikan hama di suatu pemukiman dengan semaksimal mungkin, Tentu kita tidak bisa memberantas hama sampai zero population. Sebab hama sendiri memiliki siklus hidup dan manfaat bagi ekosistem lainnya. Contohnya nyamuk sebagai pembawa vektor penyakit demam berdarah, namun nyamuk juga bisa sebagai makanan bagi cicak. Atau rayap yang memang keberadaannya merusak kayu sebagai bagian dari bangunan yang di huni manusia, namun di sisi lain rayap merupakan makhluk yang menguraikan tanah sehingga tanah bisa menjadi subur.

Profesi saya di perusahaan pest control tersebut selain sebagai marketing support, juga merangkap sebagai staff admin dan beberapa tugas lainnya. Istilah kerennya multitasking atau bahasa gaulnya serabutan, hehehe. Tidak mudah menjadi marketing bidang jasa Pest Control, terlebih dalam upaya meyakinkan calon customer bahwa mereka butuh jasa pest control di pemukiman mereka. Itu jika kita menawarkan kepada customer residensial.

Namun ada beberapa industri dimana mengharuskan Jasa Pest Control terlibat dalam pengendalian hama di industri yang mereka lakukan, misalkan industri makanan, industri farmasi, bidang perhotelan dan bidang lainnya yang memungkinkan hama berkembang secara potensial dan tentu saja merusak estetika. Seperti misalnya di hotel, tidak elok rasanya jika pengunjung melihat tikus-tikus berkeliaran apalagi di suatu hotel ternama.

Awalnya saya buta mengenai bidang jasa pest control, dimana dalam benak saya terdapat pertanyaan besar : "kenapa hama harus diberantas dengan menggunakan jasa pest control ini". Saya berpikir bukankah gampang jika ada hama semisal hama nyamuk, tinggal kita beli bermacam merk obat nyamuk yang dijual di supermarket, lalu bereslah permasalahan tersebut.

Namun pada akhirnya saya sadar bahwa tidaklah sesepele itu dalam memberantas hama.
Bahwa hama tidak boleh dibasmi secara terus menerus sehingga dapat mengakibatkan resistensi pada hama tersebut. Sama halnya dengan manusia, yang jika minum obat terus menerus maka akan mengakibatkan resistensi atau kekebalan terhadap obatan-obatan tertentu.

Dan ternyata profesi teknisi dalam usaha Jasa Pest Control juga ada "sekolahnya", dimana lulusan dari pelatihan penjamah pestisida tersebut akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang bisa dijadikan suatu kelebihan bagi perusahaan pest control jika memiliki teknisi-teknisi yang sudah bersertifikat.

Saya pun juga telah mengikuti pelatihan penjamah pestisida yang dalam hal ini saya mengikuti kelas supervisor yang sedikit banyak relevan dengan posisi saya sebagai marketing. Kenapa saya sebut relevan, karena dalam pelatihan supervisor ada materi-materi tentang pemasaran yang bisa diaplikasikan untuk mencari target pasar yang diinginkan oleh perusahaan. Dan biasanya pelanggan jasa pest control akan mencari perusahaan pest control yang sudah memiliki supervisor untuk back up jika dilakukan audit oleh badan audit tertentu.

Kesimpulan akhir yang saya bisa petik dari profesi yang saat ini sedang saya tekuni adalah bahwa semua yang ada di dunia ini bisa dijadikan mata pencaharian jika kita mau jeli akan peluang yang ada di depan mata. Contohnya saja binatang-binatang yang dianggap sebagai hama antara lain nyamuk, rayap, kecoa, tikus, lalat dan semut. Keenam binatang tersebut pada awalnya tanpa kita sadari membawa peluang bisnis bagi segelintir orang yang menyadari. Lalu muncullah bisnis jasa pest control ini yang kemudian bisa menyerap tenaga kerja, salah satunya adalah saya.

Bahwa saya mencari nafkah bersumber dari keberadaan binatang-binatang tersebut dan itu yang tidak saya sadari.