Pentingnya Branding Dalam Pemasaran Produk Dan Jasa

17 comments

Komunikasi Pemasaran

Hallo semua konco bloggerku dimanapun kalian berada. Piye kabare reekkk ? Aku dungakno kalian semua dalam kondisi apik-apik wae. Ojo lali gawe masker yo rek, opo maneh jik musime coronam.

Selama pandemi ini aku akui lebih banyak kegabutan yang haqiqi dikarenakan sehabis pulang kerja aku langsung pulang ke rumah donk ya. Biasanya keluyuran dulu sebelum pulang tapi sekarang lebih teratur lagi karena kuatir juga dengan penyebaran virus yang belum tahu kapan berakhir. Daann karena kantong juga pas-pasan nih selama pandemi, hihihi.

Nah, bicara soal kegabutan biasanya aku suka browsing-browsing berita di internet termasuk berselancar ke blog teman komunitas, salah satunya blognya Mas Sepwal. Blognya beliau ini sih terbilang lebih banyak membahas mengenai dunia blogging walau ada pula beberapa yang mengulas mengenai tips-tips seputar keuangan. Ini nih yang aku suka, kalau sudah membahas mengenai tips dan triks. Semacam penyemangatku di kala pandemi dimana aku harus memutar otak untuk bekerja lebih giat lagi sebagai seorang marketing di kantor dan seorang wirausahawati pemula selama pandemi.

Seperti yang pernah di tulis dalam blognya mas Sepwal mengenai peluang usaha berjualan fashion wanita, maka aku yakin setiap produk yang dijual itu memiliki pasarnya masing-masing. Setiap individu itu merupakan marketing dirinya sendiri. Bagaimana tidak, jika kita akan menjalani wawancara kerja maka kita akan berusaha dalam "menjual diri" sebagus mungkin kepada perusahaan yang akan mempekerjakan kita. Konsep menjual diri bukanlah merujuk pada konotasi negatif lho ya.

Pada kesempatan kali ini aku ingin membahas bagaimana branding dalam menjual produk berpengaruh untuk meningkatkan penjualan. Ada beberapa produk yang menurutku brandingnya mengena di ingatan masyarakat khususnya masyarakat Surabaya lho rek. Kebetulan produk dan jasa ini memang milik individu yang aku kenal, yaitu pimpinanku sendiri.

  • DEGAN JELLY

Degan jelly


Minuman ini dibranding dengan nama Degan MasRW. Sebenarnya aku sendiri mulai mengenal minuman segar ini sejak tahun 2019. Minuman ini berasal dari degan dan di dalamnya seperti ada jellynya yang mirip dengan nata de coco. Kemasannya pun benar-benar dari degan kelapa muda. Minuman ini dibungkus dengan plastik wrap agar tidak tumpah. Benar-benar dibuat tanpa bahan pengawet sehingga masa expirednya pun hanya sampai seminggu.

Kenapa produk ini dibranding dengan nama Degan Mas RW, karena pemilik usaha ini menjabat sebagai Ketua RW (Rukun Warga) salah satu kelurahan di Panjang Jiwo, Surabaya. Kebetulan nama panjang dari pemilik usaha degan jelly ini adalah Rikky Wicaksono sehingga jika disingkat pun menjadi RW, unik bukan!

Terkadang dalam penamaan branding produk diawali dengan ketidaksengajaan yang pada akhirnya berbuah ide untuk menciptakan sesuatu hal yang kreatif.

Selain di Surabaya, Degan MasRW juga mulai merambah ke kota-kota lain seperti Semarang, Solo, Nganjuk, Cirebon sampai ke ibukota negara yaitu Jakarta.

  • Raja Fogging




Raja Fogging

Kalau ditilik dari penggunaan kata 'RAJA' artinya seseorang yang memangku kedudukan tertinggi dari suatu negara atau pemerintahan. Sehingga RAJA FOGGING diharapkan mampu menuntaskan permasalahan yang berkaitan dengan nyamuk. Raja Fogging merupakan sebuah brand dari suatu perusahaan pengendali hama. Berdiri sejak tahun 2008 dan sudah memiliki pelanggan di Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan beberapa kota lainnya di Jawa Timur.

Sedikit berbagi cerita, banyak telepon yang masuk ke nomor hotline kantor Raja Fogging dan sebagian besar selalu mengawali pembicaraan dengan bertanya, "ini Raja Fogging ya ?". Secara tidak langsung masyarakat akan menghafal dan mengingat nama brand dari jasa tersebut.

Memberikan nama branding pada suatu produk atau jasa pastinya perlu melakukan riset sebelumnya. Namun tergantung kebutuhan juga sih ya. Jika perusahaan masih skala kecil atau UMKM maka riset dilakukan tidak terlalu mendetail. 

Sekarang bandingkan dengan brand brand besar lainnya yuk. Aku berikan contoh brand produknya para artis ya sebab gampang diinget saja sih menurutku. 


  • Ayam Asix, produk makanan milik keluarga Anang Hermansyah. Asix sebenarnya merupakan gabungan kata A dan Six (angka 6) dimana keluarga Hermansyah terdiri dari 6 anggota keluarga dan nama awalan mereka dimulai dari huruf A.
Mungkin ide penamaan brand tersebut terbilang sederhana, namun karena terlahir dari keluarga selebritis maka akan mudah diingat oleh masyarakat luas. Termasuk diriku sendiri nih yang awal-awal.pembukaan Ayam Asix sempat penasaran juga dengan rasa masakannya.

Pada akhirnya memang penting untuk memberi brand pada suatu produk. Sekarang banyak merk minuman air dalam kemasan tapi coba kalau kita pergi ke minimarket selalu yang ditanya "ada Aqua?". Nah, akhirnya kan kompetitor mulai berusaha mengeluarkan jurus jitu agar produk mereka dikenal di masyarakat. Aku ambil contoh ya Le Minerale kan terkenal dengan slogannya "ada manis-manisnya" sampai-sampai temanku saja sudah harga mati kalau beli minum ya Le Minarale.

Nah, apakah konco blogger memiliki rencana untuk membuka usaha baik itu berjualan produk atau jasa ? Jika iya  apakah sudah memiliki nama sebagai ciri khas dari usahanya ? Yuk bagikan di kolom komentar ya.

maria8181
Selamat datang di blog pribadi saya. Jika ingin bekerjasama untuk sponsored post, silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

17 comments

  1. saya udah pernah nih mau coba buka usaha, tapi mungkin karena kurang mateng jadinya gagal di tengah jalan, huhu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mba, coba buka lagi. Tiada kata menyerah yuk.. mumpung skrng waktu yg tepat. Di tengah pandemi banyak orang buka usaha. Tetap semangat ya.

      Delete
  2. Ngomongin masalah nama buat branding. Ini tuh sama kaya penamaan kalo kita bikin blog ya, kak. Kudu bisa bikin yang mudah diingat dan mewakili citra kita banget. Oiya, aku loh baru tau mengenai asix dan baru sadar ternyata iya ya, namanya dari A semua awalannya

    ReplyDelete
  3. branding itu penting banget. jadi pengen punya usaha yg brandingnya di hati masyarakat. selalu diingat. selalu di hati he he

    ReplyDelete
  4. Yes, branding itu bikin usaha kita langsung dikenal ketika kata kunci nya pas banget ya kak Maria. Kepengennya sih aku punya resto. Minimal online lah kak. Misalnya namanya rumah spaghetti.
    Pengen banget sebenarnya.. tapi belum dimulai karena masih rempong dengan anak-anak.

    ReplyDelete
  5. Branding produk nih kalo ketemu yg cocok bisa jd hoki ya mbak untuk usahanya apalagi klo nama branding nya unik dan gampang diucapkan dan diingat ..

    ReplyDelete
  6. Yes Perlu di pikirkan Branding yang cocok simpel dan mudah di ingat

    ReplyDelete
  7. Branding memang penting bgt ya mbak maria, mudah diingat kaya salah satu mie instan sama teh dalam kemasan itu melekay bgt

    ReplyDelete
  8. Yang pasti penting banget ya kak, agar produk usaha kita punya hak cipta agar tak di akui sama yang lain.
    Tentu nama untuk produk yang kita pasarkan harus simple,unik,dan mudah di ingat ya.

    ReplyDelete
  9. memang sangat penting branding dalam pemasaran ya kak, makanya aku tuh
    belum terjun ke dunia usaha karena mikirin branding yang unik, mudah diingat simple.

    ReplyDelete
  10. halamansekolah sudah branding belum mbak, btw sukses terus ya untuk raja foggingnya.

    ReplyDelete
  11. Ngomongin branding produk itu aku kasih jarus banyak belajar ini .. baca ini jadi semangat untuk membranding usaha yang sempat terhenti karena covid hihi... Bookmark karena infonya daging ini

    ReplyDelete
  12. Nama tokoku Alisya mbak (singkatan alba-aisyah) eh niatnya kalau punya anak cewek dikasih nama itu, tapi belum punya - punya juga akhirnya dipakai saja lah

    ReplyDelete
  13. Makasih sharingnya Kak, kudu persiapkan nama nih saya buat bikin usaha ke depannya

    ReplyDelete
  14. satu-satunya usaha online yang saya pernah lakukan adalah dropshiper, tapi mungkin sama kayak mbak di atas, karena kurang mateng jadinya gagal di tengah jalan, wkwkkw..

    ReplyDelete
  15. Selain dari nama, postingan di media sosial juga jadi branding tersendiri, sampe-sampe ketika terlintas nama si A, kita akan ingat produk yang dijualnya

    ReplyDelete
  16. wah seru juga nih belajar branding, saya juga punya usaha jasa, tapi masih sebatas ke teman-teman aja gitu jualannya. belum luas. karena waktunya juga belum ada haha. makasih sharingnya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email